Produksi Cabai Cukup, Tapi Ada yang Defisit?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Di tengah meningkatnya harga cabai di pasaran, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan klarifikasi terkait penyebab kenaikan tersebut. Menurut Penjabat (Plt) Sekretaris Jenderal Kementan, Prihasto, kenaikan harga cabai tidak disebabkan oleh kurangnya produksi, melainkan oleh distribusi produksi yang tidak merata.

Prihasto menjelaskan bahwa produksi cabai secara tahunan sebenarnya mencukupi kebutuhan. Namun, kendala utamanya terletak pada ketidakmerataan produksi tersebut di setiap waktu dan daerah. Beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, dinyatakan sebagai daerah surplus cabai.

- Advertisement -

“Cuma memang fluktuasi antar waktu sama antar daerah. Ada (daerah) yang surplus, ada yang defisit. Tapi pada dasarnya produksi cabai nasional cukup,” katanya di Gedung DPR, dikutip.

Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan bahwa untuk mengatasi ketidakmerataan produksi, pihaknya telah menyiapkan ruang pendingin (cold storage) di sentra-sentra produksi cabai. Langkah ini diharapkan dapat membantu menyimpan cadangan cabai lebih lama, terutama saat panen melimpah.

Dengan adanya cold storage, Bapanas menargetkan masa simpan cabai dapat diperpanjang hingga tiga bulan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan stabilitas pasokan cabai di pasaran dan mengurangi tekanan terhadap kenaikan harga. Dengan demikian, pemerintah berupaya mengambil langkah strategis dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga cabai untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

- Advertisement -

“Sehingga saat masa panen raya atau panen melimpah, harga relatif masih wajar. Sehingga ke depan harga tetap bisa dikendalikan,” tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gibran Dorong Optimalisasi Pelabuhan Nabire

JCCNetwork.id- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya optimalisasi Pelabuhan Nabire sebagai pusat distribusi logistik dan penggerak ekonomi di Papua Tengah. Penegasan itu disampaikan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER