JCCNetwork.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan strategis dengan Chairman Freeport McMoRan, Richard Adkerson, di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, AS, pada Senin (13/11/2023). Dalam diskusi yang sangat antusias, Presiden Jokowi menyambut baik perkembangan terkait penambahan saham Freeport di Indonesia dan perpanjangan izin tambang yang kini memasuki tahap akhir.
“Saya senang mendengar pembahasan penambahan 10% saham Indonesia di Freeport dan perpanjangan izin tambang selama 20 tahun telah mencapai tahap akhir,” kata Presiden Jokowi kepada Richard Adkerson, dikutip dari keterangan pers Sekretariat Kabinet, Selasa (14/11/2023).
Diketahui, saat ini Indonesia memegang 51% saham di PT Freeport Indonesia, sedangkan 49% sisanya dimiliki oleh Freeport McMoran. Namun, dengan rencana perpanjangan operasi PT Freeport Indonesia hingga tahun 2041, pemerintah berencana membeli 10% saham tambahan, menjadikan total kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia mencapai 61%.
Presiden Jokowi optimis pembahasan ini dapat diselesaikan pada akhir November tahun ini. “Selesai di akhir bulan ini,” tambahnya.
Usai pertemuan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad Interim Erick Thohir menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan AS terus berkembang, terutama di sektor perdagangan.
“Surplus perdagangan kita dengan AS sudah mencapai hampir US$ 16 miliar dan pertumbuhannya beberapa tahun terakhir cepat. Investasi AS di Indonesia sudah nomor empat sekarang, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ucap Erick.
Erick menegaskan bahwa Presiden Jokowi terus mendorong investasi AS di Indonesia, termasuk dari Freeport McMoRan. “Kita BUMN sudah menguasai 51%,” lanjutnya.
Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Jokowi dan CEO Freeport McMoRan membahas upaya hilirisasi yang dilakukan oleh Freeport. Tak hanya berfokus pada penambangan emas dan tembaga, Freeport juga telah melibatkan diri dalam pembangunan smelter untuk pengolahan mineral tersebut.
Pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Manyar di Gresik, Jawa Timur, mencapai lebih dari 80% pada akhir Oktober 2023, dengan perkiraan penyelesaian pada Mei 2024. Proyek ini menghabiskan investasi sekitar US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp 43 triliun dari total anggaran US$ 3 miliar. Setelah beroperasi penuh, smelter ini mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.
Erick menambahkan bahwa Freeport menunjukkan komitmennya untuk membangun smelter lainnya di Indonesia, termasuk di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
“Tidak hanya di Surabaya, Freeport punya komitmen membangun juga smelter di Fakfak, Papua,” kata Erick.



