JCCNetwork.id- Sebanyak 22 anggota delegasi Indonesia resmi diberangkatkan ke China untuk mengikuti World Climbing Asia Championship Meisan 2026 yang akan berlangsung pada 7–12 April. Rombongan lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam dan dijadwalkan tiba di Meisan pada Senin pagi waktu setempat.
Delegasi terdiri dari 16 atlet yang didampingi pelatih serta ofisial tim. Komposisi atlet terbagi dalam dua nomor utama, yakni sembilan atlet di kategori speed dan tujuh atlet pada nomor lead serta boulder.
Setibanya di lokasi, tim langsung menjalani fase pemulihan fisik usai perjalanan panjang. Selain itu, atlet juga difokuskan untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca dan lingkungan arena pertandingan sebagai bagian dari persiapan awal.
Manajer tim, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyatakan tahap awal difokuskan pada recovery dan penyesuaian teknis. Langkah tersebut dinilai penting mengingat jadwal pertandingan yang padat dalam waktu kurang dari sepekan. Sementara itu, pelatih speed, Galar Pandu Asmoro, menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik atlet agar tetap prima menjelang laga.
Kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi Indonesia karena menjadi salah satu jalur kualifikasi menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Persyaratan kelolosan tergolong ketat, di mana atlet nomor speed harus menembus delapan besar, sedangkan nomor lead dan boulder ditargetkan masuk enam besar.
Indonesia menurunkan kombinasi atlet senior dan talenta muda hasil pembinaan nasional. Pada nomor speed, Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin menjadi tumpuan utama berkat rekam jejak kompetitif di tingkat internasional. Di sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga diharapkan mampu bersaing di papan atas.
Di sisi lain, tiga atlet Indonesia sebelumnya telah memastikan tiket ke Asian Games 2026, yakni Putra Tri Ramadani, Sukma Lintang Cahyani, dan Ravianto Ramadhan. Keikutsertaan mereka dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi persaingan.
Keikutsertaan Indonesia dalam kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pembinaan olahraga panjat tebing. Target utama yang dicanangkan adalah meloloskan sebanyak mungkin atlet ke Asian Games, sekaligus mengukur kekuatan Indonesia di level Asia melalui kompetisi di Meisan.



