JCCNetwork.id- Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak kepolisian segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap pengacara Andrie Yunus. TAUD meminta penyidik menggunakan berbagai metode untuk mempercepat proses penyelidikan, termasuk teknologi cell tower dump guna melacak sinyal telekomunikasi pelaku.
“Misalnya jika ada orang yang berjaga-jaga ataupun mengawasi Andrie di sekitar LBH pada sekitar jam 11 malam, maka nomor tersebut bisa diidentifikasi,” kata perwakilan TAUD Alghiffari Aqsa dalam konferensi pers pada Senin, 16 Maret 2026.
Menurutnya tersebut pernah berhasil digunakan dalam pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan diyakini mampu mempercepat pengungkapan pelaku.
“Jika itu dilakukan, kami optimis dalam waktu kurang dari 7 hari pelaku itu bisa ditemukan,” ucap Alghiffari.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengungkapkan pelaku diduga berjumlah empat orang dan bergerak secara terorganisir dengan mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian.
“Para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian,” ujar Iman.
Ia menjelaskan korban dibuntuti sejak dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia hingga ke SPBU Cikini Raya sebelum akhirnya diserang di kawasan Salemba. Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku kemudian melarikan diri ke arah berbeda, dengan jejak pelarian mengarah ke sejumlah wilayah seperti Kalibata, Ragunan, hingga Bogor.
“Kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas, sehingga ini sangat membantu di dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami,” tuturnya.



