6.859 Masjid Disiapkan Jadi Rest Area Pemudik Lebaran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 1447 Hijriah untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh lelah. Pemudik diminta memanfaatkan waktu istirahat secara optimal demi menjaga keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3/2026), Dudy menekankan pentingnya menjaga stamina, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan darat jarak jauh. Ia mengimbau masyarakat berhenti beristirahat apabila merasa lelah dan tidak memaksakan perjalanan demi mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.

- Advertisement -

Menurutnya, pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di sepanjang jalur mudik, termasuk masjid yang disiapkan sebagai tempat singgah sementara. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid juga dapat digunakan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan masjid-masjid yang dapat dipergunakan sebagai rest area. Selain bisa beribadah, masyarakat juga dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman,” kata Menhub di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, Dudy melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik di jalur utama mudik. Ia menempuh perjalanan darat menyusuri Jalur Pantai Utara (Pantura) pada Sabtu (14/3) hingga Minggu dini hari (15/3) untuk melihat kesiapan fasilitas bagi pemudik.

- Advertisement -

Dalam kunjungan tersebut, Dudy meninjau kondisi arus lalu lintas sekaligus mengecek sejumlah masjid yang disiapkan sebagai lokasi istirahat bagi pemudik. Ia menilai keberadaan masjid di sepanjang jalur Pantura memiliki peran penting sebagai tempat beribadah sekaligus lokasi pemulihan kondisi fisik sebelum perjalanan dilanjutkan.

“Kami ingin memastikan fasilitas pendukung perjalanan mudik, termasuk masjid yang kerap menjadi titik singgah, berada dalam kondisi baik dan siap melayani masyarakat,” ujar Menhub.

Beberapa masjid yang dikunjungi dalam peninjauan itu antara lain Masjid Jamie Nurul Muqorobin dan Masjid Jami An-Nur. Di lokasi tersebut, Menhub mengecek berbagai fasilitas penunjang bagi pemudik.

Pemeriksaan mencakup area parkir kendaraan, ketersediaan toilet dan air bersih, sistem penerangan, area istirahat, keberadaan pedagang makanan, hingga fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan pemudik selama berhenti sejenak dari perjalanan.

Dudy menjelaskan, pemanfaatan masjid sebagai tempat istirahat merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, ribuan masjid di berbagai wilayah Indonesia telah disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan mudik.

Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 masjid telah dipersiapkan untuk menjadi tempat singgah bagi pemudik selama periode arus mudik Lebaran tahun ini.

“Total sebanyak 6.859 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah disiapkan untuk mendukung hal tersebut,” kata Menhub.

Sementara itu, pemerintah memproyeksikan jumlah pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi mencapai sekitar 143,9 juta orang. Perkiraan tersebut didasarkan pada hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung, Badan Pusat Statistik, serta Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Hasil survei tersebut memberikan gambaran mengenai potensi mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran, termasuk daerah asal dan tujuan perjalanan yang diperkirakan menjadi titik konsentrasi pergerakan pemudik.

Berdasarkan asal provinsi, lima wilayah yang diperkirakan menjadi penyumbang pemudik terbesar adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Banten.

Adapun daerah tujuan utama masyarakat selama musim mudik diperkirakan mengarah ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sulawesi Selatan.

Dari sisi kota asal perjalanan, wilayah dengan potensi pergerakan pemudik terbesar meliputi Jakarta Timur, Bogor, Bekasi, Jakarta Selatan, serta Jakarta Barat.

Sementara itu, sejumlah kota diprediksi menjadi tujuan utama para pemudik, di antaranya Kebumen, Yogyakarta, Surabaya, Banyumas, serta Bandung.

Selain itu, pemerintah juga mencatat potensi pergerakan besar masyarakat dari kawasan Jabodetabek. Wilayah seperti Bogor, Tangerang, Jakarta Timur, Kota Bekasi, dan Kota Tangerang diperkirakan menjadi titik awal perjalanan menuju berbagai daerah tujuan selama periode arus mudik Lebaran tahun ini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Indonesia Tambah Wilayah di Pulau Sebatik

JCCNetwork.id- Pemerintah Indonesia dan Malaysia resmi menyepakati perubahan garis batas darat di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Kesepakatan tersebut berdampak pada bertambahnya wilayah Indonesia seluas...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER