JCCNetwork.id- Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98), Willy Prakarsa, menilai peringatan keras Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pejabat terkait laporan palsu menunjukkan bahwa kekhawatiran yang sebelumnya disampaikan JARI 98 saat 100 hari pemerintahan Prabowo–Gibran mulai terbukti. JARI 98 telah mengingatkan agar presiden berhati-hati menerima laporan dari bawahannya dan lebih sering melakukan konsolidasi hingga ke tingkat bawah untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.
Menurut Willy, laporan yang tidak sesuai fakta dapat menyesatkan pengambilan kebijakan pemerintah. Karena itu, ia meminta Prabowo tidak ragu mengevaluasi bahkan mencopot menteri atau pejabat yang dinilai tidak memiliki kemampuan menjalankan program pemerintah.
“Kalau ada menteri yang tidak punya skill menjalankan program, copot saja. Jangan sampai kabinet diisi orang yang cuma pandai membuat laporan manis,” ujar Willy.
Ia juga menegaskan agar keputusan tersebut tidak terhambat kompromi politik yang hanya didasari kepentingan bak politik “dagang sapi”.
Willy menambahkan, pemerintahan Prabowo–Gibran perlu lebih fokus mengoptimalkan kebijakan yang langsung berdampak pada masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Presiden harus jadi dirinya sendiri dan jangan sampai terjebak laporan ABS asal bapak senang. Negara ini butuh kerja nyata, bukan laporan yang dipoles apalagi palsu,” kata Willy.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada jajaran pejabat agar tidak menyampaikan laporan palsu atau laporan yang dibuat hanya untuk menyenangkan pimpinan. Ia menegaskan seluruh laporan harus disampaikan secara jujur dan berdasarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Tasyakuran ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).



