JCCNetwork.id- PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan layanan energi di Bali menjelang rangkaian Hari Suci Nyepi serta arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Perusahaan menyiagakan puluhan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi penuh selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan wisatawan di Pulau Dewata.
Manager Komunikasi, Relasi, dan CSR Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya memastikan ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi energi selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri tetap terjaga. Menurutnya, seluruh fasilitas penyaluran energi telah dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada masa libur keagamaan.
“Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga sepanjang periode Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Kamis.
Untuk mendukung kelancaran distribusi energi, Pertamina Patra Niaga juga membentuk Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) yang mulai bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Satgas tersebut bertanggung jawab memantau ketersediaan pasokan serta memastikan distribusi energi berjalan lancar selama periode libur panjang.
Secara keseluruhan, Bali memiliki 214 unit SPBU yang melayani masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 57 SPBU disiapkan beroperasi selama 24 jam. Selain itu, terdapat empat SPBU nelayan yang melayani kebutuhan bahan bakar bagi sektor perikanan.
Distribusi energi di Bali juga diperkuat dengan kehadiran 146 unit pertashop yang tersebar di berbagai wilayah. Sementara itu, untuk mendukung distribusi gas, terdapat 16 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) subsidi dan empat SPBE non-subsidi.
Tak hanya itu, Pertamina juga mengoperasikan 37 agen LPG yang melayani selama 24 jam dari total 147 agen LPG yang ada di Bali. Jumlah tersebut terdiri atas 124 agen LPG subsidi dan 23 agen non-subsidi.
Perusahaan pelat merah di sektor minyak dan gas tersebut juga telah menyiapkan langkah antisipasi terkait proyeksi peningkatan konsumsi energi selama periode libur Nyepi dan Lebaran yang waktunya berdekatan.
Berdasarkan perkiraan Pertamina, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin atau gasoline di Bali diproyeksikan meningkat sekitar 5,5 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian yang mencapai 3.129 kiloliter.
Sebaliknya, konsumsi solar atau gasoil diperkirakan mengalami penurunan sekitar 10,7 persen dari rata-rata harian 654 kiloliter. Penurunan ini dipengaruhi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang bertonase besar selama masa arus mudik.
Di sisi lain, permintaan liquefied petroleum gas (LPG) diprediksi meningkat sekitar 2,2 persen dari rata-rata konsumsi harian yang mencapai 960 metrik ton.
“Selain stok yang aman, kami juga memperkuat berbagai layanan tambahan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman selama perjalanan,” katanya menambahkan.
Untuk memperkuat layanan selama periode tersebut, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan berbagai fasilitas tambahan bagi masyarakat. Di antaranya layanan pengantaran BBM darurat menggunakan motor atau PDS Motorist sebanyak delapan unit serta empat truk tangki siaga yang dapat dikerahkan jika terjadi lonjakan kebutuhan.
Selain itu, perusahaan juga menghadirkan satu unit layanan Serambi MyPertamina di jalur mudik yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang istirahat, klinik mini, hingga area bermain anak bagi para pemudik.
Secara nasional, Pertamina memperkirakan mobilitas masyarakat selama periode libur Ramadhan dan Idul Fitri akan mengalami beberapa puncak pergerakan. Puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026, seiring kembalinya masyarakat ke kota asal setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga berharap distribusi energi tetap stabil sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah maupun perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.



