Gudang Bahan Kimia Halliburton di Basra Terbakar Usai Serangan Drone

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id — Fasilitas penyimpanan bahan kimia milik perusahaan energi asal Amerika Serikat, Halliburton, dilaporkan terbakar setelah diserang pesawat nirawak di Provinsi Basra, Irak selatan.

Insiden tersebut dilaporkan oleh media lokal As-Sumaria TV pada Sabtu.

- Advertisement -

“Garda Revolusi, sayap ideologis militer Iran, telah mulai menembakkan drone dan rudal terhadap target di wilayah pendudukan (Israel) dan pangkalan AS di wilayah tersebut,” kata seorang presenter televisi pemerintah.

Pejabat keamanan setempat menyebutkan bahwa drone menargetkan kompleks gudang milik Amerika yang berada di sekitar kawasan Burjesia.

Hingga saat ini, jenis bahan kimia yang disimpan di fasilitas tersebut belum diungkapkan kepada publik.

- Advertisement -

“Tak akan ada kesepakatan apa pun dengan Iran, kecuali (Iran) menyerah tanpa syarat! Setelah itu, dan setelah pemilihan pemimpin baru yang dapat diterima, kami dan para sekutu yang hebat dan pemberani akan bekerja tanpa lelah menyelamatkan Iran dari jurang kehancuran,” kata Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya, Jumat.

Pihak berwenang juga belum memberikan keterangan resmi terkait tingkat kerusakan maupun kemungkinan korban akibat serangan tersebut.

“Iran pun akan memiliki masa depan yang amat cerah,” katanya.

Sejumlah laporan awal menyebutkan serangan diduga dilakukan oleh kelompok milisi Syiah yang beroperasi di wilayah tersebut.

Halliburton merupakan perusahaan jasa ladang minyak multinasional yang berbasis di Amerika Serikat dan memiliki operasi di berbagai negara.

Di Irak, perusahaan ini menyediakan layanan teknis sektor hulu migas seperti pemboran sumur, penyemenan, peningkatan produksi ladang minyak, serta manajemen proyek energi.

Insiden di Basra terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal baru ke wilayah Israel pada Jumat, yang disebut sebagai hari ketujuh konflik regional.

Siaran televisi pemerintah Iran menyebut pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) telah memulai operasi serangan terhadap sejumlah target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

“Iran berharap kami tidak dapat bertahan, tetapi hal tersebut merupakan miskalkulasi besar bagi IRGC di Iran,” kata Hegseth, merujuk pada Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya mendesak Iran untuk menyerah tanpa syarat guna menghentikan konflik. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial Truth Social miliknya.

Ketegangan di kawasan Teluk meningkat setelah operasi militer besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari.

Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan pangkalan militer serta kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Di pihak lain, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan Washington siap melanjutkan operasi militer dan menegaskan kemampuan persenjataan negaranya masih memadai untuk mempertahankan operasi hingga tujuan strategis tercapai.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KPK Periksa Pimpinan DPRD Pekalongan Terkait Kasus Fadia

JCCNetwork.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R. Prabu Faza, sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER