BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Awal Maret 2026

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Senin, 2 Maret 2026, menyusul meningkatnya aktivitas dinamika atmosfer yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam keterangan resminya, BMKG mengungkapkan terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 90S di wilayah Samudera Hindia, tepatnya di barat daya Banten. Sistem tersebut saat ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot dengan tekanan udara minimum 1.005 milibar. Berdasarkan analisis pergerakan, bibit siklon diperkirakan bergerak ke arah barat dalam 24 hingga 72 jam ke depan dengan kecepatan angin relatif stabil di kisaran 20 knot.

- Advertisement -

Meski demikian, potensi sistem tersebut berkembang menjadi siklon tropis dalam tiga hari ke depan dinilai masih rendah. Kendati peluang penguatan tergolong kecil, keberadaan bibit siklon tetap memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

Selain bibit siklon 90S, BMKG juga mendeteksi adanya sistem tekanan rendah (low pressure) di Samudera Pasifik utara Papua serta di Australia bagian utara. Sistem ini memicu terbentuknya zona konvergensi atau pertemuan massa udara dan konfluensi (perpatahan angin) yang memanjang dari perairan utara Papua hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah Australia utara.

Sirkulasi siklonik turut terpantau di Laut Sulawesi, yang berkontribusi membentuk daerah pertemuan angin di perairan timur Kalimantan Utara. Kombinasi sejumlah faktor atmosfer tersebut meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif yang dapat memicu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

- Advertisement -

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan terjadi di Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air juga perlu diantisipasi, khususnya di wilayah rawan.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpeluang terjadi di sejumlah daerah lain yang masuk kategori peringatan dini dalam peta prakiraan BMKG.

Untuk kota-kota besar di Indonesia bagian barat, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Bandung. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Medan, Yogyakarta, dan Tanjung Selor. Adapun hujan ringan diprediksi turun di Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Semarang, Palangkaraya, Samarinda, serta Banjarmasin.

Kondisi berawan tebal hingga berawan juga diperkirakan menyelimuti Banda Aceh, Padang, Surabaya, Pontianak, dan Pekanbaru.

Di kawasan timur Indonesia, potensi hujan petir diperkirakan terjadi di Denpasar, Kupang, dan Mamuju. Hujan ringan berpeluang turun di Mataram, Makassar, Palu, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Sementara itu, Gorontalo dan Ambon diprakirakan berawan tebal, Nabire berpotensi mengalami kondisi udara kabur, dan Kendari diprediksi berkabut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui laman resmi bmkg.go.id maupun kanal media sosial resmi lembaga tersebut guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Menkeu Tegaskan Subsidi BBM Tetap Dipertahankan Meski Harga Minyak Dunia Naik

JCCNetwork.id- Pemerintah memastikan belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat meskipun harga minyak mentah dunia tengah mengalami kenaikan akibat...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER