JCCNetwork.id – Pemerintah Indonesia memastikan akan merealisasikan impor minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat dalam waktu 90 hari ke depan.
Kebijakan tersebut menjadi tindak lanjut dari kesepakatan perdagangan timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat yang telah diteken pekan ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan implementasi sektor energi akan langsung dijalankan setelah masa persiapan teknis selama tiga bulan rampung.
“Intinya dari sektor ESDM adalah begitu selesai 90 hari diimplementasikan, maka langsung kita jalankan. Supaya apa? Ini membangun trust (kepercayaan). Membangun trust antara kedua belah pihak, antara Indonesia dan Amerika,” kata Bahlil dalam keterangan pers Implementasi Teknis Perjanjian Perdagangan Timbal Balik RI-AS di Washington DC, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap kesepakatan bilateral yang telah dicapai.
“Dan ini sejalan dengan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo dalam rangka mewujudkan apa yang telah disepakati untuk kemudian perjanjian ini diharapkan saling menguntungkan kedua belah pihak. Harus win-win,” jelasnya.
Pemerintah berharap kebijakan ini memperkuat kepercayaan investor Amerika Serikat terhadap stabilitas dan konsistensi kebijakan ekonomi Indonesia.
Kesepakatan impor migas itu merupakan bagian dari Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Prabowo bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington DC, Kamis (19/2/2026).
Perjanjian tersebut menandai fase baru hubungan dagang kedua negara, dengan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi strategis.
Pemerintah menilai sektor energi menjadi salah satu pilar utama dalam membangun kemitraan yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa perjanjian perdagangan timbal balik dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang adil bagi kedua negara.
Ia menyebut kesepakatan itu sebagai langkah progresif dalam memperkuat keamanan ekonomi di tengah dinamika global.
“Perjanjian bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia ini merupakan manifestasi dari hubungan yang setara. Kedua pemimpin menyatakan kepuasan atas langkah cepat dan berkelanjutan yang telah diambil oleh tim kedua negara,” ujar Teddy dalam pernyataan resminya.
Selain penandatanganan kesepakatan, kedua kepala negara juga menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menyiapkan langkah teknis agar implementasi perjanjian dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Pemerintah menargetkan realisasi kerja sama energi tersebut dapat memperkuat ketahanan pasokan migas nasional sekaligus membuka ruang investasi yang lebih luas dari Amerika Serikat ke Indonesia.
“Presiden Trump dan Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran menteri untuk membuka jalan bagi ‘Era Keemasan’ baru dalam kemitraan strategis Amerika Serikat dan Indonesia,” kata Teddy menambahkan.



