Komisi XI Soroti Lonjakan Harga Jelang Idulfitri

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, meminta pemerintah segera memperkuat langkah pengendalian harga dan menjaga stabilitas ekonomi nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menilai periode tersebut selalu diwarnai lonjakan permintaan bahan pokok yang berpotensi memicu inflasi musiman.

Dalam keterangan resminya, Anis menyampaikan bahwa pemerintah perlu memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting agar lonjakan harga yang kerap terjadi setiap memasuki Ramadan dapat ditekan dan tidak membebani masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

- Advertisement -

Menurutnya, Ramadan identik dengan peningkatan aktivitas konsumsi rumah tangga. Permintaan terhadap bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, daging, hingga telur biasanya mengalami kenaikan signifikan. Di sisi lain, perputaran uang yang meningkat selama bulan puasa dan menjelang Lebaran turut memengaruhi dinamika harga di pasar tradisional maupun ritel modern.

“Menjelang Ramadan biasanya perputaran uang juga tinggi, kebutuhan masyarakat juga tinggi. Mudah-mudahan pemerintah bisa menekan dan membuat harga-harga tidak naik, sehingga menghadapi Ramadan dan Idul Fitri ini masyarakat bisa menjangkau semua kebutuhannya dan bisa menjalani Ramadan dengan tenang,” ujar Anis dalam keterangan resminya.

Anis menekankan, stabilitas harga menjadi faktor krusial dalam menjaga daya beli masyarakat. Jika harga kebutuhan pokok merangkak naik secara signifikan, maka beban pengeluaran rumah tangga akan bertambah dan berpotensi menggerus konsumsi masyarakat yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

- Advertisement -

Sebagai anggota Komisi XI yang membidangi keuangan dan perencanaan pembangunan, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Sinergi antara kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga otoritas pengawas perdagangan diperlukan untuk memantau perkembangan harga secara berkala dan melakukan intervensi bila ditemukan lonjakan tidak wajar.

Ia mendorong agar operasi pasar, pengawasan distribusi, serta pengendalian spekulasi dilakukan secara konsisten. Langkah preventif dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah harga terlanjur melonjak di tingkat konsumen.

Lebih lanjut, Anis berharap tren pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga selama momentum Ramadan dan Idulfitri. Menurutnya, stabilitas ekonomi tidak hanya berdampak pada kelancaran aktivitas perdagangan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Alhamdulillah kita disampaikan pada bulan Ramadan ini, bersyukur kepada Allah. Mudah-mudahan semuanya dalam keadaan sehat, dan mudah-mudahan juga ekonomi kita semakin membaik, sehingga kita bisa tenang dalam menghadapi bulan Ramadan ini,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas pasar agar momentum hari besar keagamaan tidak diwarnai gejolak harga yang merugikan masyarakat luas.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ekonomi Tumbuh, Investasi Swasta Didorong

JCCNetwork.id — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Capaian tersebut dinilai terutama didorong oleh lonjakan belanja pemerintah yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER