Efek Foto Jennie, Lincoln’s Rock Ditutup Sementara Akibat Lonjakan Wisatawan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Efek unggahan selebritas global kembali memicu lonjakan wisata massal. Lincoln’s Rock, sebuah tebing batu di kawasan Blue Mountains, Australia, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai lokasi menikmati matahari terbenam secara tenang, kini mengalami peningkatan kunjungan drastis setelah foto Jennie beredar luas di media sosial pada 2023.

Foto tersebut menampilkan Jennie duduk di tepi jurang dengan kaki menjuntai, dan sempat disukai jutaan akun sebelum akhirnya dihapus.

- Advertisement -

Meski unggahan asli telah hilang, salinan foto terus beredar di berbagai platform digital. Fenomena itu mendorong ribuan wisatawan mendatangi Lincoln’s Rock hanya untuk meniru pose serupa.

Warga setempat menilai banyak pengunjung mengabaikan aspek keselamatan demi mendapatkan foto viral, sehingga mengubah karakter kawasan yang sebelumnya sunyi.

Lonjakan kunjungan tersebut memicu kekhawatiran serius. Pada periode puncak, ribuan orang dilaporkan memadati lokasi setiap hari, menyebabkan antrean panjang, kemacetan di jalan akses dua jalur yang sempit, serta keterbatasan lahan parkir yang hanya menyediakan 16 titik.

- Advertisement -

Situasi ini dinilai berisiko bagi keselamatan pengunjung dan berdampak pada lingkungan sekitar.

Menanggapi kondisi itu, Dewan Kota Blue Mountains menutup sementara akses ke Lincoln’s Rock pada Januari 2026 sambil menyiapkan rencana pengelolaan jangka panjang.

Keputusan tersebut memicu perdebatan antara warga, pegiat lingkungan, dan pelaku usaha lokal.

Presiden Blue Mountains Conservation Society, Annette Cam, menyatakan dukungannya terhadap penutupan dan menilai lokasi itu tidak layak dibuka kembali sebelum ada pengaturan yang memadai untuk mengendalikan jumlah pengunjung.

Selain faktor keselamatan, kepadatan wisatawan juga disebut mengganggu habitat satwa langka, termasuk Kakaktua Hitam Mengkilap.

Menurut data World Wildlife Fund, populasi burung tersebut di Australia tersisa kurang dari 8.000 ekor dan sangat sensitif terhadap aktivitas manusia di wilayah pegunungan.

Di sisi lain, penutupan ini berdampak pada perekonomian warga yang bergantung pada pariwisata. Sejumlah pelaku usaha kecil mengaku kehilangan pelanggan sejak akses ditutup.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan perlunya keseimbangan antara kepentingan ekonomi, keselamatan publik, dan pelestarian lingkungan di kawasan warisan dunia yang telah diakui UNESCO itu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Selat Hormuz Terancam Konflik, AHY Ingatkan Risiko Kenaikan Harga EnergI

JCCNetwork.id-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas global serta memberikan dampak ekonomi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER