Kuota Haji NTB Bertambah Jadi 5.798 Jamaah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kuota haji Provinsi Nusa Tenggara Barat pada musim haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB mencatat adanya tambahan kuota sebanyak 1.299 jamaah, sehingga total kuota haji yang dialokasikan bagi NTB mencapai 5.798 orang.

Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan penambahan kuota tersebut setara dengan tambahan tiga kelompok terbang (kloter). Kebijakan ini, kata dia, memastikan kebutuhan jamaah haji asal NTB tetap terakomodasi secara optimal pada musim haji tahun berjalan.

- Advertisement -

“Jadi, ada penambahan 3 kloter,” ujar Lalu Muhammad Amin di Mataram, Selasa.

Amin menegaskan, isu terkait kuota haji nasional tidak berdampak terhadap alokasi kuota untuk NTB. Menurutnya, pemerintah pusat justru memberikan tambahan kuota sehingga tidak terjadi pengurangan jumlah jamaah yang dapat diberangkatkan dari provinsi tersebut.

“Tidak ada, karena kita dapat penambahan 1.299 orang, sehingga total kuota haji untuk NTB sebanyak 5.798 orang,” terang Amin.

- Advertisement -

Sementara itu, terkait pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Amin mengungkapkan hingga batas akhir pelunasan masih terdapat 141 calon jamaah haji asal NTB yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran. Kondisi tersebut, menurutnya, disebabkan oleh berbagai kendala yang dialami jamaah.

Ia menjelaskan, sebagian calon jamaah terkendala faktor istitha’ah atau kemampuan fisik dan mental saat proses pemeriksaan kesehatan. Selain itu, jarak tempat tinggal jamaah yang jauh dari akses perbankan juga menjadi faktor penghambat proses pelunasan.

“Terkendala ini, karena mungkin barangkali pada waktu mau pelunasan, ketika sampai di lokasi (bank) ada jamaah kita tidak mendapatkan istitha’ah (kemampuan fisik dan mental) dan akses dari tempat tinggal dengan bank jauh sehingga banyak jamaah kita yang menitipkan uangnya di bank. Tapi insya Allah, ada surat secara resmi untuk mereka melakukan pelunasan di tahap ketiga,” ungkap Amin.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kanwil Kemenhaj NTB akan mengajukan mekanisme pelunasan tahap ketiga bagi jamaah yang belum melunasi pada tahap sebelumnya. Amin memastikan kebijakan tersebut akan dituangkan secara resmi melalui surat pemberitahuan agar hak jamaah tetap terjaga.

Meski terdapat kendala pelunasan, Amin menilai secara umum persiapan penyelenggaraan ibadah haji di NTB telah melampaui target. Proses administrasi, kesiapan jamaah, serta koordinasi lintas sektor disebut berjalan sesuai rencana.

Di sisi lain, Amin juga memaparkan kondisi daftar tunggu haji di NTB yang masih cukup panjang. Ia menyebutkan, calon jamaah yang mendaftar pada tahun 2026 diperkirakan harus menunggu sekitar 26 tahun untuk dapat berangkat ke Tanah Suci.

“Yang berangkat tahun ini yang mendaftar tahun 2012, kalau mulai tahun ini karena kuotanya sudah waiting list haji maka daftar tunggunya sekitar 26 tahun,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Amin mengimbau masyarakat NTB yang berencana menunaikan ibadah haji agar mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi administrasi, kesehatan, maupun finansial, mengingat panjangnya masa tunggu keberangkatan haji di provinsi tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Pangan Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp66 Ribu per Kg

JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat eceran nasional kembali mengalami lonjakan pada Kamis (23/4). Kenaikan ini tercermin dari data terbaru Pusat Informasi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER