Trump Singgung Nobel Perdamaian dalam Isu Greenland

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id-Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mengaitkan keinginannya untuk menguasai Greenland dengan keputusan Komite Nobel Norwegia yang tidak menganugerahinya Hadiah Nobel Perdamaian.

Pernyataan tersebut tertuang dalam sebuah surat yang dikirimkan Trump kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre.

- Advertisement -

Informasi itu diungkapkan jurnalis PBS, Nick Schifrin, pada Senin (19/1).

Ia mengaku memperoleh salinan surat tersebut dari sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Dokumen itu dilaporkan telah beredar di kalangan duta besar negara-negara Eropa di Washington melalui Dewan Keamanan Nasional AS.

- Advertisement -

Dalam surat tersebut, Trump menyatakan kekecewaannya atas keputusan Komite Nobel yang bermarkas di Norwegia. Ia menilai dirinya layak menerima Nobel Perdamaian atas klaim keberhasilannya menghentikan sejumlah konflik internasional.

“Yang terhormat Jonas: Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian atas keberhasilan menghentikan delapan perang dan bahkan lebih, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian,” demikian Schifrin mengutip pernyataan Trump dalam surat tersebut.
“Meskipun hal itu (memikirkan perdamaian) akan selalu menjadi yang utama, tetapi kini (saya) dapat memikirkan apa yang baik dan pantas bagi Amerika Serikat,” bunyi surat itu lagi, melalui platform media sosial X.

Trump menambahkan bahwa meskipun perdamaian tetap menjadi prioritas, ia kini merasa berhak mempertimbangkan langkah-langkah yang menurutnya menguntungkan Amerika Serikat.

“Saya telah melakukan lebih banyak hal untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dibandingkan siapa pun sejak organisasi itu didirikan, dan kini NATO seharusnya melakukan sesuatu untuk AS. Dunia tidak akan aman kecuali kita memiliki kendali penuh dan total atas Greenland,” tulis Trump.

Dalam surat yang sama, Trump kembali menegaskan pandangannya bahwa Denmark tidak memiliki kemampuan memadai untuk melindungi Greenland dari ancaman Rusia maupun China.

Ia juga mempertanyakan legitimasi kedaulatan Denmark atas wilayah tersebut.

Trump mengklaim telah berkontribusi besar terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan menyebut aliansi itu seharusnya memberikan timbal balik kepada AS.

Menurutnya, keamanan global tidak akan terjamin tanpa kendali penuh Amerika Serikat atas Greenland.

Sejak beberapa tahun terakhir, Trump secara terbuka menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari wilayah Amerika Serikat dengan alasan strategis dan keamanan nasional.

Pemerintah Denmark bersama otoritas Greenland telah berulang kali menegaskan penolakan terhadap wacana tersebut.

Mereka memperingatkan Washington agar menghormati kedaulatan wilayah dan tidak mengambil langkah sepihak.

Greenland merupakan wilayah koloni Denmark hingga 1953.

Pulau terbesar di dunia itu tetap berada dalam Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi luas pada 2009, termasuk kewenangan mengatur pemerintahan sendiri dan kebijakan domestik.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BI Proyeksi Devisa RI Tembus USD147,5 Miliar

JCCNetwork.id- Bank Indonesia (BI) memperkirakan cadangan devisa Indonesia berpeluang kembali meningkat hingga mencapai USD147,5 miliar. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Agustus 2026...

Karhutla Gunung Butak Meluas ke Blitar

DPRD DKI Dorong Tarif LRT Terjangkau

Persija Bidik Kemenangan Ketiga di Bali

BPS Catat Harga Beras Kembali Naik

Indonesia Amankan Laga Perdana

KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Berantas Balpres, Bea Cukai Ungkap Aksi Kucing-Kucingan Terus TerjadiKarna Permintaan Masih Tinggi
11:30
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pengamat Nyinyir soal Beras Impor Ilegal: Ini Musuh Negara
07:55
Video thumbnail
Suahasil Laporkan Utang BLBI Tuntas kepada Prabowo
09:08
Video thumbnail
Eks Pimpinan KPK Sentil Penegak Hukum, Jangan Sembarangan Rampas Aset karena Malas Lacak Bukti
08:32
Video thumbnail
Sivitas UIN Sunan Ampel Ungkap Masalah Tata Kelola Fakultas di DPR
09:11
Video thumbnail
Mentan Amran Bereaksi Keras, Sebut 115 Juta Petani Dirugikan Karna Beras Impor Ilegal!
08:06
Video thumbnail
Detik Detik Hakim MK Tegur Denny Indrayana Saat Sidang Gugatan Ijazah Gibran
08:40
Video thumbnail
Waspada Celah RUU Perampasan Aset, Advokat Ingatkan Potensi Jadi Alat Pemerasan
09:01
Video thumbnail
JARI’98 Desak Polri Tangkap Pelaku Pembubaran Ibadah #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Detik-Detik Denny Indrayana Cs Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran di MK
13:55
Video thumbnail
Aturan Dapur MBG Diubah, Kepala SPPG Tak Boleh Lagi Absen Saat Masak
09:25
Video thumbnail
Buka bukaan di DPR! Kejawen Maneges Minta Kepercayaan Tak Dianaktirikan
09:15
Video thumbnail
Hakim MK Sentil Mantan Pejabat Kemenhub soal Pesawat Delay Bisa Telepon Itukan Bapak
08:55
Video thumbnail
Hakim MK Kekhawatiran soal Diskresi Penyidik ​​di KUHAP Baru dan RUU Perampasan Aset Disinggung
10:37
Video thumbnail
Kocak, Maba UMRI Tolak Promosi Anak Mentan Amran, Malah Dipuji Lolos Uji
09:04
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER