Empat WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri meningkatkan koordinasi dengan otoritas Gabon terkait penculikan empat warga negara Indonesia (WNI) di perairan negara tersebut.

Permintaan itu disampaikan menyusul laporan penculikan sembilan awak kapal, termasuk empat WNI, oleh kelompok bajak laut bersenjata saat kapal penangkap ikan beroperasi di wilayah laut Gabon.

- Advertisement -

Amelia menilai langkah cepat dan terkoordinasi diperlukan untuk menjamin keselamatan para korban.

“Insiden ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm tentang meningkatnya ancaman terhadap keselamatan WNI di jalur maritim internasional,” kata Amelia di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, perlindungan WNI di luar negeri harus diperkuat melalui langkah preventif, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pembentukan mekanisme tanggap krisis lintas kementerian dan lembaga.

- Advertisement -

Amelia menegaskan Komisi I DPR RI akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan hak serta keselamatan WNI yang menjadi korban tetap terlindungi.

Ia juga mendorong penguatan diplomasi perlindungan dan kerja sama internasional untuk menanggulangi ancaman pembajakan laut.

“Tidak hanya untuk menanggapi insiden yang terjadi, tetapi juga untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan,” katanya.

Sebelumnya, media setempat melaporkan aksi pembajakan terhadap kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, yang terjadi sekitar tujuh mil laut di tenggara Equata, perairan Gabon, pada Senin (12/1).

Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong menyatakan kapal tersebut diserang oleh tiga pria bersenjata.

Dalam insiden itu, sembilan awak kapal diculik, terdiri atas lima warga negara China dan empat WNI.

“Dengan kondisi keamanan global yang kurang kondusif saat ini, sudah sepatutnya kita mengintensifkan keamanan laut kita, guna mengantisipasi gangguan pada rantai pasok negara kita,” kata dia.

Meyong menyampaikan pernyataan tersebut saat membacakan keterangan resmi Kementerian Pertahanan Gabon yang disiarkan oleh televisi nasional Gabon 24.

“Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon,” kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gempa M 4,8 Guncang Keerom Papua Dini Hari

JCCNetwork.id- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Keerom, Papua, pada Sabtu (14/2/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian besar warga tengah...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER