BPJPH Perkuat Sinergi Jelang Wajib Halal 2026

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan menjelang pemberlakuan kebijakan Wajib Halal 2026 yang dijadwalkan mulai berlaku pada Oktober tahun ini. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) berjalan seragam, efektif, dan tidak menimbulkan hambatan bagi aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hasan menyatakan, sinergi antarlembaga menjadi faktor kunci keberhasilan penerapan kebijakan wajib halal secara nasional. Menurutnya, ketentuan tersebut merupakan amanat undang-undang yang harus dilaksanakan sesuai jadwal tanpa penundaan.

- Advertisement -

“Ketentuan wajib halal tidak ada perpanjangan waktu, apalagi penundaan,” kata Haikal.

Haikal menjelaskan, penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Sosialisasi Ketentuan Wajib Halal Oktober 2026 yang berlangsung pada 8–20 Januari 2026. Kegiatan itu melibatkan berbagai kementerian dan lembaga strategis yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengaturan, pembinaan, serta pengawasan produk, termasuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Ia menegaskan, fokus utama pemerintah bukan hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga membangun mekanisme implementasi yang memudahkan pelaku usaha dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjadi rujukan sekaligus standar halal di tingkat global.

- Advertisement -

“Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kebijakan ini dapat sinergi bersama memudahkan implementasi (bagi pelaku usaha dan masyarakat), sehingga Indonesia mampu menjadi rujukan dan standar halal dunia,” ujar dia.

Lebih lanjut, Haikal menambahkan bahwa keberhasilan kebijakan wajib halal sangat ditentukan oleh keselarasan kebijakan antarlembaga, kesiapan sistem pendukung, serta koordinasi yang solid di antara seluruh pemangku kepentingan. Tanpa itu, implementasi di lapangan berpotensi berjalan tidak optimal.

Sementara itu, Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam membangun tata kelola JPH yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia menilai kesamaan pemahaman antar pemangku kepentingan menjadi prasyarat agar kebijakan wajib halal dapat diterjemahkan secara konsisten, baik dalam perumusan kebijakan maupun pelaksanaan teknis.

“Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan serta memetakan jenis produk yang wajib bersertifikat halal, meliputi makanan, minuman, obat, kosmetik, dan produk terkait lainnya, termasuk penyelarasan Kode Sistem Harmonisasi (Harmonized System/HS Code) sebagai dasar klasifikasi produk,” kata Aqil Irham.

Selain itu, rapat tersebut juga membahas penyelarasan Kode Sistem Harmonisasi (Harmonized System/HS Code) sebagai dasar klasifikasi produk. Penyelarasan ini dinilai penting untuk menciptakan kejelasan regulasi, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, serta meningkatkan efektivitas pengawasan produk di seluruh rantai pasok.

Menurut Aqil Irham, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BPJPH dalam memperkuat ekosistem Jaminan Produk Halal nasional. Melalui penguatan koordinasi dan kejelasan regulasi, pemerintah berharap dapat menghadirkan kepastian hukum, perlindungan, serta kenyamanan bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BPJPH dalam memperkuat ekosistem Jaminan Produk Halal nasional, guna menghadirkan kepastian hukum, perlindungan, dan kenyamanan bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kasus Video SPG, Brian Berisiko Diproses Hukum

JCCNetwork.id – Konten kreator Brian berpotensi menghadapi proses hukum setelah aksinya merekam dan mengunggah video sejumlah sales promotion girl (SPG) di ajang GIIAS 2026...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Momen Prabowo Halau Mikrofon Peneliti BRIN Saat Pamer Teknologi Nuklir Indonesia
08:44
Video thumbnail
Pecah Rekor Lagi! Sherly Bawa Maluku Utara Tetap Jadi Raja Pertumbuhan Ekonomi Indonesia!
11:01
Video thumbnail
Momen Prabowo Teguk Air Olahan BRIN! Celetuk: Kalau Bu Mega Minum, Masa Prabowo Tidak
09:05
Video thumbnail
Detik-Detik Prabowo Uji Temuan Periset! Dibanting hingga Diinjak
09:04
Video thumbnail
Kepala BRIN Beberkan Pengembangan Teknologi Nuklir RI di Hadapan Prabowo
13:35
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan! Kenyataan Pendidikan RI Masih Kalah dari dari Negara Tetangga
08:46
Video thumbnail
Prabowo Terkesan! BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Sepatu Super Murah Cuma Rp47 Ribu!
09:47
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan! Menteri Pendidikan Singapura Disebut Tak Bisa Disamakan dengan Indonesia
09:13
Video thumbnail
Depan DPRD, KDM Sindir BUMD Enak Betul Terima Rp10 Miliar Tanpa Kerja
08:47
Video thumbnail
Hakim Saldi Isra Semprot Pemerintah Jangan Bela Maskapai Terus , Gegara Ganti Rugi Delay Cuma Rp300
08:19
Video thumbnail
Ramai Kabar PHK, Airlangga Sebut Lapangan Kerja Baru Terus Meningkat #shorts #trending
00:53
Video thumbnail
Presiden Singgung Lagi Soal Timnas Gagal ke Piala Dunia #shorts #trending
01:02
Video thumbnail
Presiden Prabowo Bandingkan Indonesia dengan Cape Verde
00:37
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Mengejutkan #shorts #trending
00:28
Video thumbnail
KDM Ungkap Fakta Sudah Dibantu Pulang, Malah Kembali ke Tempat Hiburan Malam #shorts #trending
00:37
Video thumbnail
Zulhas Singgung Sponsor Pilkada Habis Modal, Baliknya Minta Izin Tambang #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Zulhas Singgung Sponsor Biayai Pilkada, Setelah Menang Tagih Tambang
08:20
Video thumbnail
Prabowo Singgung Erick Thohir Soal Timnas Gagal ke
09:07
Video thumbnail
Prabowo Singgung Erick Thohir soal Sepakbola #shorts #trending
01:13
Video thumbnail
Presiden: Negara Sebesar Kita Gagal ke Piala Dunia #shorts #trending
01:14

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER