JCCNetwork. id- Toyota mengambil langkah berani dengan membawa divisi performa tinggi Gazoo Racing (GR) dan merek ultra-premium Century ke wilayah yang selama ini didominasi pabrikan Eropa.
Produsen otomotif asal Jepang itu secara terbuka menyatakan kesiapannya menantang nama-nama besar seperti Ferrari, Porsche, Bentley, hingga Rolls-Royce melalui jajaran model flagship terbarunya.
Ambisi tersebut tidak lagi sebatas wacana. Laporan Nikkei Asia, Selasa (30/12/2025), mengungkap bahwa Toyota tengah menyiapkan dua model kunci GR GT dan generasi terbaru Lexus LFA sebagai representasi tertinggi kemampuan rekayasa dan teknologi perusahaan.
Simon Humphries, Chief Branding Officer Toyota, menyebut kedua mobil tersebut sebagai puncak pencapaian lini sport Lexus dan Gazoo Racing.
GR GT akan menjadi tonggak penting bagi Toyota. Model ini dikabarkan mengusung sasis full-aluminium pertama yang dikembangkan secara khusus oleh Toyota, dipadukan dengan mesin V8 berteknologi hybrid.
Sementara itu, Lexus LFA terbaru akan tampil sebagai mobil sport murni bertenaga listrik, menandai pergeseran signifikan dari LFA generasi pertama yang dikenal dengan mesin V10 berkarakter ekstrem.
Nikkei Asia menilai kedua kendaraan tersebut sebagai lompatan besar dalam dunia teknik otomotif Toyota, baik dari sisi performa maupun filosofi pengembangan. GR GT versi mesin bensin dijadwalkan meluncur pada 2027 dan dipastikan masuk ke segmen supercar dengan harga premium.
Adapun Lexus LFA listrik diproyeksikan menyusul sekitar 2028.
Tak berhenti di sektor mobil sport, Toyota juga mendorong transformasi merek Century agar lebih agresif di pasar ultra-mewah global.
Dalam beberapa tahun ke depan, Toyota diperkirakan merilis model coupe kelas atas yang membawa elemen desain dan teknologi yang terinspirasi dari GR GT maupun LFA, untuk menantang dominasi Rolls-Royce dan Bentley.
Ketiga model tersebut disebut akan dibanderol di kisaran harga ultra-luxury, setara dengan Lexus LFA generasi pertama yang diluncurkan pada 2011 dengan harga awal sekitar US$375.000. Strategi ini menegaskan bahwa Toyota siap bermain di level harga dan eksklusivitas tertinggi.
Ketua Toyota, Akio Toyoda, menegaskan langkah ekstrem ini diambil bukan semata demi prestise. Menurutnya, industri otomotif berisiko kehilangan karakter jika hanya berfokus pada produksi massal.
“Jika kami tidak menjaga identitas dan keunikan merek, mobil akan berubah menjadi sekadar komoditas industri,” ujarnya.
Langkah Toyota ini menandai perubahan besar: dari produsen mobil andal untuk pasar massal, menuju pemain serius di arena supercar dan ultra-luxury global. Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, peta persaingan otomotif kelas atas dunia berpotensi mengalami pergeseran signifikan.







