Rakyat Makin Kelaparan dan Frustasi, JARI 98 Peringati Pemerintah Waspada Segera Ambil Langkah Preventif

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98), Willy Prakarsa, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi sistem pemerintahan dan ekonomi nasional melalui akun media sosialnya X. Menurut Willy, sistem yang ada saat ini “amburadul” dan jauh dari kemampuan mendorong kemajuan.

“Semua sistim yg ada saat ini sudah Amburadul,jauh dari kata bisa untuk maju,” tulis Willy Prakarsa dikutip hari ini.

- Advertisement -

Ia menekankan perlunya pembangunan sistem berbasis kejujuran, keterbukaan, dan kesetiaan, bukan keserakahan dan ambisi individu.

Willy menyoroti dampak nyata dari kondisi tersebut bagi masyarakat. Di mana banyak rakyat bukan sekadar hidup miskin, tetapi telah mengarah pada kelaparan dan frustasi akibat hancurnya ekonomi nasional dan minimnya lapangan kerja.

“Semua penghuni republik ini sangat berkebutuhan untuk memenuhi tuntutan isi perut. Rakyat murka? Wajar tinggal menunggu waktunya saja,” tulisnya.

- Advertisement -

Selain itu, Willy menilai setiap bencana yang terjadi kerap dijadikan ajang pencitraan dan mencari keuntungan materi, yang menurutnya memperberat penderitaan rakyat. Bahkan fenomena itu sebagai beban “Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA) dan menjadi bukti kegagalan pemerintah dalam menanggulangi kebutuhan dasar warga secara serius.

Willy yang juga aktivis senior 98 itu mengingatkan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan, dan pejabat terkait, untuk mengambil langkah preventif agar potensi “revolusi sosial” akibat ketidakpuasan rakyat dapat dihindari.

“Segera lakukan langkah-langkah preventif soal isi perut biasanya tidak bisa di ajak kompromi,” tandasnya.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Emas UBS dan Galeri 24 Melonjak

JCCNetwork.id- Harga emas batangan yang dipasarkan PT Pegadaian kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Kenaikan terjadi pada seluruh jenis produk emas yang dijual,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER