2026 DJP Bisa Pantau Transaksi Digital dan Saldo E-Wallet Kamu

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan tengah menyiapkan langkah besar dalam pengawasan perpajakan. Mulai 2026, DJP berencana memasukkan rekening digital dan uang elektronik sebagai objek akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan. Rencana tersebut akan dituangkan dalam rancangan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru yang menggantikan PMK Nomor 70/PMK.03/2017.

Kebijakan ini sekaligus menjadi penyesuaian Indonesia terhadap standar internasional setelah penandatanganan Addendum to the CRS MCAA pada 19 November 2024. Dengan aturan baru tersebut, pemerintah dapat memperoleh data lebih luas, termasuk aset yang tersimpan di platform digital dan dompet elektronik, mengikuti perkembangan standar yang dikeluarkan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

- Advertisement -

Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa rencana tersebut belum final. Ia menyebut implementasinya masih dalam pembahasan dan tidak akan diterapkan tergesa-gesa.

“Belum, sampai sekarang sih belum. Kita kan gak bisa men-tap, mengambil langsung (pajak) di sana kan, karena kan dunianya juga lain,” kata Purbaya dalam media briefing di kantor Kemenkeu, Jakarta, ditulis Senin (17/11/2025).

Purbaya menjelaskan bahwa mekanisme pengawasan rekening digital membutuhkan kajian lebih dalam, terutama terkait keberagaman jenis aset, termasuk uang elektronik dan aset kripto.

- Advertisement -

“Kalau uang digital biasa kan sudah langsung kehitung, tapi kalau bicara kripto segala macam kelihatannya masih belum akan dilakukan di 2026,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, Kemenkeu masih terus mengejar tunggakan pajak dari sekitar 200 wajib pajak dengan total nilai utang mencapai Rp 50-60 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah baru berhasil mengumpulkan Rp 8 triliun.

Utang tersebut berasal dari sekitar 200 wajib pajak yang selama ini menunggak dan sebagian di antaranya masih dalam proses penagihan intensif. Menurut Purbaya, pencapaian ini membutuhkan proses bertahap karena sebagian wajib pajak memilih untuk mencicil kewajibannya.

“Itu yang 200 orang itu, ya kita kumpulkan terus, kan targetnya Rp50 triliun ya. Tapi itu kan gak bisa langsung, ada yang dicicil, segala macam. Sampai sekarang baru terkoleksi Rp 8 triliun,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah tetap agresif dalam penagihan, namun tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing wajib pajak.

“Sebagian masih mau bayar cicilan, sebagian lagi masih dikejar. Tapi yang Rp 50 triliun itu akan kekejar pelan-pelan, baru Rp8 triliun sekarang kira-kira. Kemungkinan besar tertagih (target Rp 20 triliun di 2025), mereka jangan main-main sama kita!,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

MU Gebuk Sabah di Old Trafford

JCCNetwork.id-Manchester United membuka perjalanan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan.Bermain di Oldp Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, Setan Merah menundukkan Sabah...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Momen Haru Mentan Amran Panggil Maba Yatim Piatu
08:04
Video thumbnail
Kapal Virgo Bawa 243 Penumpang Hilang Kontak di Laut Jawa, Begini Nasib Para Penumpang
05:40
Video thumbnail
Bukan Sekadar Pidato, Mentan Amran Serahkan Rp150 Juta untuk Para Penghafal Al-Qur’an
10:22
Video thumbnail
Menta Amran Ungkap Cerita Ada yang Sampaikan ke Prabowo Jangan Pilih Dirinya Jadi Menteri
09:02
Video thumbnail
Kenapa Judol Belum Masukkan ke Dalam Daftar Tindak Pidana RUU Perampasan Aset?
04:35
Video thumbnail
Jangan Sampai Terjadi Korupsi di Dalam Dalam Proses Penindakan Korupsi
08:18
Video thumbnail
Apakah RUU Perampasan Aset Masih Perlu atau Tidak?
08:01
Video thumbnail
Momen Akrab, PM India Peluk Prabowo Saat Bertemu di KTT BRICS
08:50
Video thumbnail
Mentan Amran Dengar Cerita Maba Piatu, Spontan Rangkul dan Cari Ayahnya
08:16
Video thumbnail
Kesempatan Ditutup, Kontraktor Lokal Selalu Kalah dengan Pengusaha Luar
11:42
Video thumbnail
Momen Gagah Prabowo Berjalan di Karpet Merah Saat Hadiri KTT BRICS India 2026
08:44
Video thumbnail
DPR Prihatin Tata Kelola Kementerian PU Terlalu Banyak Rangkap Jabatan
16:41
Video thumbnail
4 Pagar Utama RUU Perampasan Aset
10:18
Video thumbnail
Mentan Amran Ceritakan Pengalaman Tegasnya, Manajer Pupuk Tak Layani Petani, Langsung Dicopot
08:47
Video thumbnail
Gandeng Orang Utan! Wapres Gibran Tinjau Dampak Karhutla di Kalimantan
05:44
Video thumbnail
Mahfud MD Buka Kartu Alur RUU Perampasan Aset Sampai Ribut dengan DPR
07:21
Video thumbnail
Suasana Hangat! Mahasiswa dan Diaspora Indonesia Sambut Kedatangan Prabowo di India
03:54
Video thumbnail
Momen Prabowo Disambut Tarian Bollywood Saat Tiba di India #shorts #trending
02:05
Video thumbnail
Khofifah Ceritkan Kembali Soal Pesawat Jokowi Tembus Asap Karhutla Kalimantan
09:05
Video thumbnail
Meriah! Tarian Bollywood Sambut Kedatangan Prabowo di India
02:19

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER