Gibran Tekankan Pengawalan Proyek Bendungan Jragung

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya pengawalan terhadap penyelesaian proyek Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Proyek strategis nasional tersebut dinilai memiliki peran vital dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan pengendalian banjir di kawasan sekitarnya.

Pernyataan itu disampaikan Gibran usai meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Jragung, Jumat (7/11). Berdasarkan laporan lapangan, progres fisik proyek telah mencapai 89,3 persen dan ditargetkan selesai pada 2026 mendatang.

- Advertisement -

“Hari ini kita di Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang progresnya sudah 89 persen. Tahun depan udah jadi. Ini saya mohon agar tetap dikawal dari kementerian terkait, dari balai terkait, dari kepala daerah, karena ini sangat penting sekali untuk ketahanan pangan, energi dan reduksi banjir,” kata Gibran melalui rekaman suara yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Gibran menekankan, pembangunan infrastruktur air berskala besar seperti Bendungan Jragung menjadi langkah strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga ketersediaan sumber daya air di wilayah Jawa Tengah.

Sebelumnya, Wapres juga meninjau pembangunan kolam retensi Terboyo di Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang bagian dari proyek Giant Sea Wall yang dirancang untuk mengatasi persoalan banjir rob dan genangan air di kawasan pesisir.

- Advertisement -

“Minggu lalu kita ke Semarang Kota, kita cek progres dari pembangunan kolam retensi ‘Giant Sea Wall dan mengecek pengaktifan beberapa mesin pompa karena kemarin cukup parah, tapi kita lihat progresnya cukup baik,” kata Gibran.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, menyebutkan bahwa proyek Bendungan Jragung dikerjakan dengan anggaran mencapai Rp3,09 triliun. Bendungan tersebut diproyeksikan mampu menampung 90 juta meter kubik air dengan luas genangan sekitar 52 hektare.

“Manfaatnya adalah satu untuk mendukung ketahanan pangan, yaitu mengairi irigasi seluas 4.500 hektare, dan menambah luas tanam kurang lebih 475 hektare,” kata Sudarto.

Selain untuk irigasi, Bendungan Jragung juga akan berfungsi sebagai penyedia air baku bagi tiga daerah, yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan, sekaligus menjadi sumber energi potensial melalui pembangkit listrik mikrohidro.

Dengan kemajuan proyek yang hampir mencapai 90 persen, pemerintah optimistis Bendungan Jragung dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan air bersih, meningkatkan hasil pertanian, serta memperkuat daya tahan lingkungan terhadap bencana banjir.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Tembus Rp17.717, Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi

JCCNetwork.id- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh level Rp17.717 memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait stabilitas ekonomi nasional. Kondisi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER