JCCNetwork.id- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melaporkan kasus hilangnya dana operasional senilai Rp1 miliar milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, ke Mabes Polri. Dana tersebut sebelumnya dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani ribuan pelajar di wilayah tersebut.
Wakil Kepala BGN, Irjen Sony Sonjaya, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (6/11/2025), membenarkan bahwa laporan dugaan tindak kejahatan siber itu telah diteruskan ke kepolisian.
“Direktur Manajemen Risiko BGN sudah membuat laporan ke Mabes Polri,” kata Wakil Kepala BGN Irjen Sony Sonjaya melalui keterangan pers di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Laporan kehilangan dana tersebut pertama kali disampaikan oleh Yayasan Prama Guna Nasional (PGN) selaku pihak yang menaungi SPPG Pangauban. Berdasarkan dokumen Laporan Khusus (Lapsus) Nomor 001/PGN/SPPG-PANGAUBANIX/2025, peristiwa terjadi pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Kepala SPPG Pangauban, Mochamad Cakra Aji Saputra, tengah melakukan proses approval transaksi melalui sistem BNI Direct.
Namun, akses sistem tersebut tiba-tiba meminta pembaruan kata sandi. Cakra kemudian menghubungi layanan live chat resmi bank dan tidak lama setelahnya menerima panggilan dari seseorang yang mengaku sebagai perwakilan BNI. Orang tersebut mengarahkan Cakra untuk mengganti kata sandi melalui tautan yang dikirimkan dengan dalih alasan keamanan.
Keesokan harinya, kontak telepon tersebut tak lagi bisa dihubungi. Setelah dilakukan pengecekan, saldo rekening yang sebelumnya mencapai Rp1 miliar hanya tersisa Rp12 juta. Dugaan kuat, dana tersebut telah disedot melalui modus penipuan digital atau phishing yang menyamar sebagai layanan perbankan resmi.
Akibat kejadian itu, operasional SPPG Pangauban terhenti sementara. Unit tersebut diketahui melayani sekitar 3.500 porsi program MBG untuk delapan sekolah di wilayah Batujajar dan beroperasi selama 10 hari setiap bulan.
BGN pun segera menonaktifkan Kepala SPPG Pangauban untuk keperluan investigasi internal.
“Biro SDMO (Sumber Daya Manusia dan Organisasi) untuk administrasi kepegawaian, dan Inspektorat untuk sisi disiplin,” kata Sonny.
Selain berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, BGN juga mengeluarkan instruksi kewaspadaan nasional kepada seluruh kepala SPPG di berbagai daerah. Sony menekankan pentingnya kehati-hatian dalam setiap transaksi digital, terutama dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin canggih.
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran dana yang hilang bersumber dari anggaran negara untuk pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Hingga kini, kepolisian masih melakukan pelacakan terhadap aliran dana dan identitas pelaku. BGN memastikan operasional program MBG tetap berjalan di wilayah lain sambil menunggu pemulihan dana yang hilang.























