Viral KTP Atas Nama WNA Israel Terbit di Cianjur, Begini Klarifikasi Disdukcapil

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Publik Indonesia tengah dilanda kemarahan terhadap segala hal yang berbau Israel. Penolakan terhadap negara tersebut merebak di berbagai bidang, mulai dari olahraga, makanan, hingga investasi.

Namun di tengah situasi itu, masyarakat justru dikejutkan oleh kabar adanya seorang warga negara asing (WNA) asal Israel yang disebut memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Cianjur, Jawa Barat.

- Advertisement -

Isu ini mencuat di media sosial setelah akun @inf_official00 mengunggah foto KTP atas nama AG yang diklaim diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur pada 2 November 2023. Dalam unggahan berisi 15 slide tersebut, ditampilkan pula data pribadi pemilik KTP lengkap dengan foto dan alamat.

Unggahan itu pun menuai reaksi keras dari warganet yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut.

“Meminta Disdukcapil Kabupaten Cianjur untuk menindaklanjuti dan memastikan kebenaran terkait penerbitan KTP bagi WNA asal Israel,” tulis akun tersebut, melansir Kompas, Senin (27/10/2025).

- Advertisement -

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur Asep Kusmana Wijaya memastikan bahwa pihaknya tidak pernah menerbitkan atau mencetak KTP atas nama AG.

“Setelah kami cek, dapat kami klarifikasi bahwa Disdukcapil Cianjur tidak pernah menerbitkan atau mencetak KTP atas nama yang bersangkutan,” ujar Asep dikutip.

Asep menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), tidak ditemukan data kependudukan dengan nama tersebut. Ia menduga kuat bahwa KTP yang beredar di media sosial merupakan dokumen palsu.

“Kalau ada fisiknya bisa dicek chip-nya. Diduga KTP itu palsu karena tidak ada datanya di sistem,” ucap Asep.

Ia menambahkan, Bupati Cianjur juga telah memeriksa langsung data kependudukan di sistem terpusat dan memastikan tidak ada nama AG tercatat sebagai penduduk Kabupaten Cianjur.

Di sisi lain, ketegangan hubungan Indonesia dan Israel juga berdampak pada dunia olahraga. Pemerintah Indonesia menegaskan penolakannya terhadap keikutsertaan atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta.

Sikap tegas tersebut kemudian direspons oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Pada Rabu (22/10/2025), IOC mengeluarkan seruan agar federasi olahraga internasional tidak menyelenggarakan kegiatan apa pun di Indonesia.

Keputusan itu juga berdampak pada gagalnya Indonesia melanjutkan upaya menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional di bawah naungan IOC, seperti Olimpiade dan Youth Olympic Games.

Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan IOC tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai pembekuan olahraga Indonesia.

“Jangan sampai kita multitafsir. Surat IOC itu bukan berarti dunia olahraga kita berhenti total. Kita tetap mendorong agar olahraga menjadi bagian dari pembangunan karakter bangsa,” ujar Erick.

Ia menegaskan bahwa Indonesia masih bisa mengirimkan atlet ke berbagai ajang internasional.

“Kami tetap melakukan pengiriman atlet. Jadi jangan seakan-akan kita dibekukan,” tegasnya.

Erick menilai, persoalan ini harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

“IOC juga memberi ruang untuk kita berbicara. Ini bukan soal mengambil garis keras, tapi mencari titik temu yang terbaik,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Elkan Baggott Masuk Skuad Ipswich 2026/27

JCCNetwork.id- Ipswich Town memastikan bek tim nasional Indonesia, Elkan Baggott, tetap menjadi bagian dari skuad utama klub untuk menghadapi kompetisi Liga Inggris musim 2026/27. Kepastian...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER