JCCNetwork.id- Tim gabungan TNI-Polri mengevakuasi enam prajurit TNI AD Satgas Maleo Kopassus yang terkepung di belakang Pos Satgas Maleo, Kampung Pirip, Distrik Elelim.
Proses evakuasi yang dimulai pukul 17.26 WIT itu melibatkan tiga kendaraan roda enam dan tiga kendaraan roda empat. Operasi dipimpin Ipda Abdul Azis dari Satbrimob Polda Papua, bersama personel TNI dan Polres Yalimo. Namun, upaya penyelamatan sempat mendapat serangan dari massa yang mengepung dari berbagai sisi.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, memastikan seluruh personel yang terjebak berhasil dievakuasi dengan selamat ke Mapolres Yalimo. Namun, kerusuhan tersebut mengakibatkan kerusakan parah puluhan bangunan terbakar, termasuk ruko, kos-kosan, rumah dinas Pemkab Yalimo, kantor dinas, serta fasilitas milik TNI-Polri. Belasan kendaraan roda dua dan roda empat juga hangus terbakar.
Di sisi lain, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo, Peres Walilo, mendesak aparat tidak hanya mengusut terduga pelaku ujaran rasisme, tetapi juga pelaku penembakan warga sipil saat kerusuhan pecah.
Menanggapi eskalasi ketegangan, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo, Peres Walilo mengatakan selain mengusut terduga pelaku ujaran rasisme, kepolisian juga mesti mengusut pelaku penembakan warga sipil saat insiden rusuh terjadi.
Disisi lain, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengimbau seluruh masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-Papua, untuk tetap menjaga ketenangan serta kedamaian di wilayah tersebut.























