JCCNetwork.id- Timnas U-23 Indonesia harus menelan pil pahit setelah gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Garuda Muda tumbang 0-1 dari Korea Selatan pada laga pamungkas kualifikasi yang digelar Selasa (10/9), sekaligus memastikan mereka absen untuk edisi kedua berturut-turut setelah sebelumnya juga gagal lolos pada 2024 di Qatar.
Pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg, menilai kekalahan ini tak lepas dari minimnya menit bermain yang didapat sebagian besar anak asuhnya di level klub. Menurutnya, hal itu berpengaruh besar terhadap kesiapan tim ketika harus menghadapi turnamen internasional.
“Ketika mereka kembali ke klub, memang perlu jam terbang untuk bermain agar ketika mereka menghadapi turnamen seperti ini, mereka siap,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan, Selasa (10/9).
Kekalahan tipis dari Korea Selatan menambah catatan negatif Timnas U-23 dalam ajang kualifikasi. Padahal, Indonesia tampil cukup disiplin dalam menjaga pertahanan. Namun, satu kesalahan kecil berhasil dimanfaatkan lawan yang datang dengan status favorit.
Di sisi lain, Korea Selatan justru menunjukkan performa yang konsisten sepanjang kualifikasi. Dari tiga pertandingan, tim asuhan Lee Min-sung mencetak 13 gol tanpa sekali pun kebobolan. Catatan tersebut menegaskan dominasi mereka di level Asia.
Lee Min-sung mengungkapkan keberhasilan timnya tak lepas dari komposisi skuad yang dihuni pemain-pemain reguler K-League. Faktor itu, ditambah pemahaman terhadap filosofi permainan, menjadi modal penting dalam menjaga performa.
“Ya, sejujurnya kami memiliki waktu persiapan yang terbatas. Tapi pertama-tama, kami memanggil para pemain yang bermain di K-League. Kedua, mereka mengerti filosofi sepak bola yang saya inginkan. Jadi, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pemain atas pencapaian ini,” jelas dia.
Kegagalan Garuda Muda ini diperkirakan akan menjadi evaluasi besar bagi PSSI, terutama dalam menyiapkan program kompetisi yang bisa menjamin pemain muda memperoleh menit bermain reguler. Tanpa itu, peluang Indonesia untuk bersaing di level Asia akan terus menemui hambatan.



