JCCNetwork.id- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto meresmikan pembentukan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (10/8/2025). Dengan peresmian ini, jumlah Kodam di Indonesia bertambah menjadi 21 dari total 38 provinsi yang ada di Tanah Air.
Masih tersisa 17 Kodam yang akan dibentuk untuk melengkapi struktur pertahanan TNI Angkatan Darat di seluruh provinsi. Nantinya, pembangunan Kodam baru akan menggantikan peran Komando Resort Militer (Korem) di wilayah yang bersangkutan.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan, pembentukan Kodam baru merupakan bagian dari pengembangan organisasi dan implementasi Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Sistem ini menuntut kehadiran komando strategis di setiap daerah agar siap menghadapi berbagai bentuk ancaman.
“Untuk pengembangan organisasi, pembentukan Kodam baru, urgensi yang paling utama adalah berkaitan yang gelar dihadapkan dengan sistem atau doktrin pertahanan kita, yaitu Sishankamrata (Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta),” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).
Menurut Wahyu, keberadaan Kodam di setiap ibu kota provinsi akan mempersingkat rantai komando, mempercepat pengambilan keputusan, dan mempermudah pergeseran pasukan serta distribusi logistik.
“Termasuk konsep pertahanan pulau-pulau besar. Sekarang, kita juga menganut slogan atau menganut prinsip, Trisula Nusantara. Bersama-sama (TNI) Darat, Laut, Udara. Jadi esensinya berkaitan dengan support, mendukung dari doktrin pertahanan kita dan konsep pertahanan yang kita miliki,” ujarnya.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TNI AD dalam merespons ancaman secara cepat dan tepat di seluruh wilayah Indonesia.
“Dengan konsep gelar yang merata, menyebar di seluruh wilayah Tanah Air, dihadapkan setiap bentuk ancaman yang terjadi di setiap wilayah atau di setiap jengkal wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, TNI Angkatan Darat sebagai salah satu komponen utama pertahanan negara itu bisa merespons dengan cepat. Karena berkaitan dengan hal itu, komponen pendukungnya banyak. Rantai komando, lalu berkaitan dengan pergeseran pasukan, belum kita bicara berkaitan dengan support logistik,” ucap Wahyu.
Wahyu menambahkan, fungsi Kodam tidak semata-mata untuk menghadapi situasi perang. Sesuai mandat TNI AD, Kodam juga memiliki peran penting dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tugas ini mencakup dukungan kepada pemerintah daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penanggulangan bencana alam.



