JCCNetwork.id- Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah melaporkan lonjakan signifikan dalam jumlah kedatangan jemaah umrah selama musim 2025. Hingga akhir Juli ini, lebih dari 1,2 juta jemaah dari 109 negara telah tiba di wilayah Kerajaan untuk melaksanakan ibadah umrah, menandai peningkatan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam keterangan resminya, otoritas menyebut jumlah pemegang visa umrah yang masuk ke Arab Saudi meningkat 30 persen dibanding periode yang sama pada 2024. Sementara itu, proses penerbitan visa umrah juga naik 27 persen, didorong oleh kemudahan akses dan sistem digitalisasi pelayanan yang semakin berkembang.
Lebih lanjut, Arab Saudi juga mencatat telah menjalin lebih dari 4.200 kerja sama kemitraan antara penyedia layanan umrah lokal dengan agen perjalanan internasional. Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan layanan sekaligus menjamin kelancaran arus jemaah dari berbagai negara tujuan.
Musim umrah tahun ini juga menjadi tonggak penting dalam implementasi sistem digital berbasis platform Nusuk, sebuah aplikasi resmi yang dikembangkan pemerintah untuk mempercepat dan mempermudah perizinan umrah. Melalui sistem ini, para jemaah kini dapat mengurus visa, pemesanan layanan, serta memperoleh berbagai izin tambahan secara daring dalam satu pintu.
Platform Nusuk merupakan bagian dari inisiatif Visi Saudi 2030, yang menargetkan transformasi digital menyeluruh di berbagai sektor, termasuk pariwisata religi. Pemerintah berharap sistem ini mampu menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih efisien, nyaman, dan terintegrasi bagi para jemaah dari seluruh dunia.
Langkah-langkah modernisasi ini juga menjadi indikator keseriusan Kerajaan dalam memperkuat posisinya sebagai pusat utama destinasi wisata religi global.


















