JCCNetwork.id- Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi memperpanjang kontrak Satoru Mochizuki, pelatih asal Jepang yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional putri Indonesia. Keputusan ini diambil meski Mochizuki tidak berhasil membawa Garuda Pertiwi lolos dari babak kualifikasi Piala Asia Putri 2026.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan perpanjangan kontrak tersebut pada Kamis (31/7/2025). Dalam keterangan resminya, Erick menyatakan bahwa Mochizuki kini akan mengemban peran baru sebagai Technical Advisor hingga akhir tahun.
“(Satoru) Mochizuki kontraknya sampai Desember kita perpanjang untuk jadi Technical Advisor,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Kamis (31/7).
Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi dan restrukturisasi menyeluruh terhadap timnas putri, yang dalam beberapa tahun terakhir masih belum menunjukkan perkembangan signifikan di kancah internasional. Mochizuki sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih kepala, namun perannya direvisi setelah timnas putri gagal menunjukkan performa kompetitif pada babak kualifikasi yang digelar pertengahan Juli lalu.
Erick menjelaskan bahwa posisi baru tersebut dianggap lebih tepat bagi pelatih berusia 61 tahun itu, mengingat keahliannya dalam aspek pembinaan dan pengembangan pemain muda.
“Saya rasa Mochizuki figur luar biasa, aksesnya luar biasa di J League. Tapi dia memang dia cukup kuat di mentoring dan pembinaan,” kata dia.
PSSI kini tengah mencari sosok pelatih kepala baru untuk timnas putri senior, yang tetap berasal dari Jepang. Salah satu syarat utama adalah kemampuan berbahasa Inggris yang baik, mengingat komposisi timnas putri yang semakin beragam secara internasional.
“Apalagi sekarang timnas putri ada pemain dari Amerika, Belanda. Kita mencari figur pelatih Jepang yang bisa bahasa Inggris. Supaya di pinggir lapangan bisa guidance. Karena ketika ada 2-3 translator itu cukup kompleks,” jelas dia.
Lebih lanjut, Erick menambahkan bahwa hubungan antara federasi dan Mochizuki tetap terjalin dengan baik. Keberadaannya akan membantu menyusun kembali struktur timnas putri secara berjenjang.
“Hubungan dengan Mochizuki sangat baik, makanya diperpanjang sambil menata strata timnas putri,” kata Erick menambahkan.
Sementara proses perekrutan pelatih kepala baru masih berlangsung, timnas putri Indonesia akan segera menghadapi tantangan berikutnya di ajang Piala AFF Putri 2025 yang akan digelar di Vietnam mulai 6 Agustus mendatang. Dalam turnamen tersebut, tim akan ditangani oleh pelatih interim Joko Susilo.
PSSI menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat fondasi sepak bola putri nasional sekaligus meningkatkan daya saing tim di level regional maupun internasional.


















