JCCNetwork.id- Pemerintah terus memperluas jaringan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes). Hingga pertengahan 2025, sebanyak 80.081 koperasi telah resmi terbentuk di berbagai wilayah Indonesia, dengan 108 unit di antaranya dinyatakan siap beroperasi. Koperasi tersebut berada di bawah program Kopdes Merah Putih, yang dirancang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan berbagai jenis usaha, khususnya sektor pangan dan kesehatan.
Dalam langkah strategis yang melibatkan sektor pertahanan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa obat-obatan hasil produksi Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan disalurkan secara luas melalui jaringan Koperasi Merah Putih. Upaya ini dilakukan untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran serta harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah mengklaim sebanyak 80.081 Koperasi Desa/ Kelurahan telah resmi terbentuk di seluruh Indonesia, 108 di antaranya sudah siap beroperasi.
“Teman-teman, kemarin kita juga sudah mulai bekerja memasukkan obat-obatan farmasi kita, produksi kita di gerai-gerai apotik di Koperasi Merah Putih,” kata Sjafrie saat ditemui di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa.
Menurutnya, proses produksi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang telah memberikan persetujuan untuk produksi dalam skala besar. Proses manufaktur akan melibatkan fasilitas laboratorium farmasi milik TNI AD, AL, dan AU, yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis internal prajurit.
“Kita konsolidasikan menjadi satu farmasi pertahanan negara yang memproduksi obat,” kata Sjafrie.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa lembaganya akan mengawasi ketat seluruh tahapan produksi untuk memastikan kualitas dan keamanan sesuai standar. Ia menilai TNI sebagai mitra yang ideal dalam memproduksi obat, mengingat rekam jejaknya dalam menjaga mutu produk medis.



