Harga Beras Naik, Pedagang Rugi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga beras di Pasar Tradisional Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini tak hanya memukul daya beli masyarakat, namun juga membuat omzet pedagang turun drastis hingga 30 persen.

Pantauan di lokasi pada Rabu (23/7/2025), harga beras premium yang sebelumnya dijual Rp 180.000 per 10 kilogram, kini naik menjadi Rp 185.000 hingga Rp 190.000. Situasi tersebut mendorong banyak konsumen, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, untuk beralih ke beras kualitas medium yang harganya relatif lebih terjangkau.

- Advertisement -

Agus, salah satu pedagang beras yang telah berjualan selama 12 tahun di pasar tersebut, mengaku pendapatannya anjlok dalam sebulan terakhir. Ia menyebut kenaikan harga beras yang disertai dengan isu beras premium oplosan memperparah kondisi penjualan.

“Sejak ramai berita soal beras premium oplosan, banyak pelanggan ragu. Mereka lebih pilih beras medium atau bahkan belanja ke tempat lain,” ujarnya.

Ia menduga, cuaca ekstrem yang memengaruhi hasil panen menjadi penyebab utama naiknya harga beras. Selain itu, maraknya pemberitaan mengenai beras oplosan membuat konsumen semakin selektif dan ragu membeli beras premium.

- Advertisement -

Hal serupa juga dialami Lina, pedagang lain yang mengaku kesulitan menjual beras sejak awal Juli 2025. Menurutnya, banyak pelanggan kini lebih berhati-hati dalam berbelanja dan mencari harga paling murah.

“Banyak pelanggan pindah ke toko lain cari harga lebih murah. Penjualan jadi sepi,” keluhnya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan masyarakat. Mereka mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog, segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga beras di pasaran.

Warga juga berharap agar pengawasan terhadap kualitas dan distribusi beras diperketat, guna mencegah beredarnya beras oplosan yang merugikan konsumen.

Jika tidak ada intervensi serius dalam waktu dekat, para pedagang memperkirakan penurunan penjualan akan terus berlanjut, sementara masyarakat kecil akan semakin tertekan menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir 2026

JCCNetwork.id-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER