Fenomena Baru, Perempuan Kini Dominasi Jaringan Pengedar Narkoba di Prabumuli

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Fenomena mengkhawatirkan terkuak di Prabumulih, Sumatera Selatan. Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat mencatat adanya tren baru dalam peredaran narkotika, yakni meningkatnya keterlibatan kaum perempuan sebagai pengedar. Bahkan, jumlah mereka kini dilaporkan melampaui pelaku laki-laki.

Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Pauzia SP, pada Minggu (6/7/2025), menuturkan bahwa perempuan yang sebelumnya jarang muncul dalam catatan kejahatan narkoba, kini justru banyak yang terjerat sebagai pemain utama dalam sejumlah kasus yang berhasil dibongkar aparat.

- Advertisement -

“Perempuan yang selama ini dianggap lebih jarang terlibat dalam kejahatan narkotika, kini justru menjadi aktor utama dalam beberapa kasus peredaran yang berhasil diungkap aparat,” ungkap Kepala BNN Kota Prabumulih AKBP Pauzia SP, Minggu (6/7/2025).

“Banyak dari mereka yang awalnya hanya korban, tetapi lambat laun ikut menjadi pelaku karena tekanan ekonomi atau pengaruh pasangan,” jelasnya.

Menghadapi situasi tersebut, BNN Prabumulih memperkuat strategi pencegahan melalui pendekatan komunitas. Program edukasi, sosialisasi, hingga pemberdayaan masyarakat terus digencarkan di wilayah rawan.

- Advertisement -

Fokus utamanya adalah meningkatkan pemahaman tentang bahaya narkoba, pentingnya pengawasan keluarga, serta kesadaran hukum, terutama di kalangan kelompok rentan seperti perempuan dan remaja.

Hasilnya mulai tampak. Dalam sepekan terakhir, empat pengguna narkoba telah secara sukarela diserahkan keluarganya kepada BNN untuk menjalani proses rehabilitasi.

“Dari keempat orang yang diserahkan oleh keluarganya tersebut, tiga di antaranya menjalani rehabilitasi rawat inap, sementara satu lainnya menjalani rawat jalan,” jelas AKBP Pauzia.

Dua pasien rawat inap sudah
diberangkatkan ke pusat rehabilitasi di Bengkulu. Sementara seorang lainnya dijadwalkan pada Senin (7/7/2025) menuju fasilitas rehabilitasi di Kalianda, Lampung. Seluruh proses dilakukan secara profesional, mengutamakan kerahasiaan data pasien, dengan target pemulihan menyeluruh.

Menurut Pauzia, langkah keluarga menyerahkan anggota mereka yang terjerat narkoba menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat kian meningkat. BNN pun mengimbau agar warga tak segan melaporkan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungannya.

“Penyerahan ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika mulai meningkat, ditandai dengan kesediaan keluarga untuk menyerahkan anggota keluarganya guna mendapatkan bantuan rehabilitasi,” tambahnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Herdman Optimistis Timnas Indonesia Naik Level

JCCNetwork.id- Tim Nasional Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga perdana FIFA Series 2026 yang akan digelar di Jakarta pada periode 23...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER