Akmal Soulisa Desak Pemprov dan Pemkab Buru Selatan Bertindak Cepat Atasi Banjir Bandang Ambalau

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Wakil Ketua I Komisi I DPRD Provinsi Maluku, M. Akmal Sudarsono Soulisa, mendesak Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk segera bertindak cepat dalam menangani bencana banjir bandang yang melanda tujuh desa di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan.

“Ini darurat kemanusiaan. Saya minta Pemprov dan Pemkab tidak menunggu terlalu lama. Langkah cepat dan terkoordinasi harus segera dilakukan untuk menyelamatkan warga, memulihkan akses, dan menjamin kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” tegas Akmal dalam keterangannya, Selasa (01/07/2025).

- Advertisement -

Banjir bandang tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Ambalau sejak Minggu malam hingga Senin pagi, menyebabkan sungai di Desa Siwar dan Elara meluap. Akibatnya, tujuh desa terdampak secara bersamaan. Pemerintah mencatat sebanyak 594 rumah warga terendam, dengan kondisi terparah terjadi di Desa Siwar, Elara, Lumoy, Selasi, dan Ulima, di mana 95 persen rumah warga terendam banjir.

Sebagai bentuk kepedulian, Akmal Soulisa turut menyalurkan bantuan darurat berupa beras, gula, minyak kelapa, sabun cuci, sikat gigi, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut akan dibawa langsung oleh timnya ke Ambalau dari ambon pada Rabu malam dan tiba pada kamis pagi untuk disalurkan langsung kepada warga serta memantau kondisi bencana secara langsung di lapangan.

Akmal juga mendorong pemerintah segera menetapkan status tanggap darurat bencana agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal. Ia menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan hak hidup masyarakat.

- Advertisement -

“Saya minta BPBD, Dinas Sosial, dan pihak keamanan bergerak cepat. Jangan sampai ada warga yang terlambat diselamatkan atau tidak mendapat akses pangan dan obat-obatan,” tambahnya.

Menurut Akmal, bencana ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Ambalau. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan merata.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan telah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi warga serta mendirikan posko pengungsian. Meski demikian, kebutuhan akan logistik tambahan dan alat berat untuk membuka akses jalan serta mendukung pemulihan pasca-bencana masih menjadi perhatian utama.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Masih Berlangsung

JCCNetwork.id-Proses evakuasi korban kecelakaan antara commuter line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung hingga Senin (27/4/2026). "Petugas memfokuskan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER