Viral Biaya Parkir Rp 800 Ribu di Blitar, Wisatawan Batal Ziarah ke Makam Bung Karno

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Kota Blitar menjadi sorotan di media sosial setelah viralnya konten yang mengungkap biaya parkir tiga bus wisata yang disebut mencapai Rp 800 ribu. Video tersebut menampilkan keluhan wisatawan terkait biaya parkir yang dianggap terlalu tinggi sehingga mereka memutuskan membatalkan kunjungan ziarah ke Makam Bung Karno.

Bus wisata tersebut parkir di pelataran Pusat Informasi Perdagangan dan Pariwisata (PIPP). Setelah viralnya video tersebut, pelataran parkir PIPP mengalami penurunan kunjungan yang signifikan selama seminggu terakhir. Penurunan ini berdampak langsung pada pendapatan tukang becak wisata yang biasanya mengantar pengunjung ke makam.

- Advertisement -

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Edy Wasono
menjelaskan bahwa video tersebut sebenarnya merupakan rekaman dari Januari 2025 yang kembali viral pada Mei 2025. Biaya Rp 800 ribu yang disebut-sebut bukan hanya tarif parkir, melainkan total biaya keseluruhan termasuk retribusi masuk wisata ke Makam Bung Karno.

Menurut peraturan daerah yang berlaku, biaya parkir untuk bus adalah Rp 18 ribu per unit, sementara retribusi masuk ke makam dikenakan Rp 4 ribu per orang. Total biaya yang disebut dalam video berasal dari pengalian jumlah penumpang rombongan bus dan bukan tarif parkir saja.

“Itu karena keseluruhan. Jadi biaya parkir Rp 18 ribu ditambah retribusi masuk wisata ke Makam Bung Karno. Kan itu rombongan tiga bus. Jadi tinggal kalikan saja jumlah penumpangnya,” jelasnya dikutip.

- Advertisement -

Pemerintah Kota Blitar mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi konten di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan dampak negatif terhadap sektor pariwisata lokal.

 

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KRL Jabodetabek Normal Usai Gempa M5,9

JCCNetwork.id- Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di wilayah Jabodetabek kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami penghentian perjalanan menyusul gempa bumi magnitudo 5,9...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER