JCCNetwork.id- Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A terus menunjukkan progres signifikan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi meluncurkan mesin bor terowongan atau Tunnel Boring Machine (TBM) pertama untuk proyek ini di lokasi pembangunan Stasiun Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (9/5). Peluncuran ini menandai dimulainya pembangunan terowongan bawah tanah sepanjang 1.195 meter untuk jalur Harmoni hingga Mangga Besar dalam paket kontrak CP202.
Pramono menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang terlibat, termasuk Duta Besar Jepang untuk Indonesia, manajemen PT MRT Jakarta, serta para kontraktor yang tergabung dalam Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV). Kolaborasi tersebut dinilainya sebagai kunci penting dalam kelanjutan pembangunan infrastruktur transportasi publik ibu kota.
“Sehingga, pengerjaan ini melengkapi kelanjutan dari keberhasilan operasional sebelumnya, yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI,” ujar Pramono.
Ia menegaskan bahwa proyek MRT ini merupakan bagian dari solusi jangka panjang atas permasalahan kemacetan di Jakarta. Menurutnya, kehadiran transportasi publik berbasis rel seperti MRT mampu mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi umum yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
“Ke depannya pembangunan transportasi berbasis rel di Kota Jakarta akan terus dikembangkan untuk menyediakan pilihan transportasi yang ramah lingkungan dan nyaman untuk masyarakat Jakarta,” imbuhnya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam pembangunan proyek infrastruktur strategis ini. Ia berharap dukungan dari Pemerintah Jepang, yang telah menjadi mitra utama dalam pembangunan MRT sejak fase pertama, terus berlanjut hingga proyek selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
“Semoga pengerjaan proyek ini dapat berjalan dengan baik demi menghadirkan fasilitas transportasi umum yang modern, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat, serta menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan,” pungkas Pramono.
MRT Jakarta Fase 2A sendiri merupakan kelanjutan dari jalur MRT Fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Jalur baru ini akan memperluas cakupan layanan MRT menuju wilayah utara Jakarta, dengan target jangka panjang mewujudkan sistem transportasi kota yang terintegrasi dan mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan.























