JCCNetwork.id- Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang, suara dari lapangan pertanian dan perairan turut menguat. Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia (PETANI) menegaskan, buruh bukan hanya mereka yang bekerja di pabrik atau kantor, tetapi juga para petani dan nelayan yang setiap hari bekerja keras demi ketahanan pangan nasional.
Ketua Kompartemen Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga PETANI, Tunjung Budi Utomo, menekankan bahwa hingga kini masih banyak petani yang belum memiliki lahan sendiri, dan masih tergantung sebagai buruh tani di tanah milik orang lain.
PETANI mendesak agar reforma agraria sejati segera diwujudkan, demi kepastian hak atas sawah, ladang, dan tambak yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Tak hanya itu, PETANI juga menyoroti masalah bibit unggul, pupuk bersubsidi, hingga akses distribusi yang masih timpang. Kondisi ini, menurut mereka, telah menghambat produktivitas dan menjauhkan cita-cita kedaulatan pangan nasional.
“Pemerintah harus hadir menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sarana produksi pertanian demi meningkatkan produktivitas petani dan menjamin kedaulatan pangan nasional,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025).
Sementara itu di sektor perikanan, para nelayan kecil masih dihadapkan pada harga solar yang tinggi, alat tangkap yang tidak memadai, serta cuaca ekstrem yang tak menentu. PETANI meminta negara hadir dengan kebijakan subsidi energi yang adil, dukungan alat tangkap ramah lingkungan, dan akses pasar yang memberikan harga layak atas hasil tangkapan nelayan.
PETANI menegaskan bahwa swasembada dan kedaulatan pangan tidak akan tercapai tanpa petani dan nelayan yang sejahtera. Oleh karena itu, dalam momentum May Day tahun ini, mereka menyerukan agar peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan dijadikan prioritas nasional dengan kebijakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati dan mendukung perjuangan petani dan nelayan. Karena tanpa mereka, tidak ada makanan di meja, tidak ada masa depan bangsa yang berdaulat dan berdiri di atas kaki sendiri,” tandasnya.



