JCCNetwork.id- Atlet senam artistik andalan Indonesia, Rifda Irfanaluthfi, secara resmi mengakhiri karier profesionalnya di usia 25 tahun. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yulianti, kepada media pada Senin, 14 April 2025, di Jakarta.
“Ya, Rifda sudah resmi pensiun,” kata Ita kepada awak media di Jakarta, Senin 14 April 2025
Rifda merupakan salah satu ikon senam putri Indonesia yang telah menorehkan berbagai prestasi internasional. Di antara pencapaian paling gemilangnya adalah medali perak pada ajang Asian Games 2018 untuk nomor Floor Exercise, serta medali emas dari nomor All-Around pada SEA Games 2021. Kiprah Rifda selama lebih dari satu dekade di dunia senam nasional telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan olahraga ini di Tanah Air.
Menyikapi pensiunnya Rifda, Ita Yulianti menyebut pihaknya kini tengah mempersiapkan atlet penerus. Menurutnya, proses regenerasi khususnya di sektor senam artistik putri memiliki tantangan tersendiri.
“Ini masih perjuangan panjang karena di gimnastik itu luar biasa. Untung ada yang mau juga, saya paksa karena ada juga atlet yang ingin berhenti,” ujar Ita.
“Ada yang mau nikah, atau lainnya. Itu untuk putri, kalau putra masih semangat. Gantianlah sekarang mungkin,” jelasnya.
Meski demikian, FGI tidak tinggal diam. Saat ini terdapat tiga atlet muda yang tengah diproyeksikan sebagai penerus Rifda, yaitu Ameera Rahmajani Hariadi, Salsabila Hadi Pamungkas, dan Allarice Mallica Vilobianne. Ketiganya sedang menjalani pembinaan intensif guna menghadapi berbagai kompetisi regional dan internasional.
Lebih lanjut, Ita juga mengungkapkan bahwa FGI tengah menjajaki opsi naturalisasi atlet asing untuk memperkuat tim nasional. Ia bahkan telah berdiskusi dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, terkait mekanisme dan peluang dalam proses tersebut.
“Tadi saya tanya ke Erick Thohir. Kami sedang menjajaki (naturalisasi atlet). Karena kebijakan FIG itu boleh dan sangat mudah prosesnya. Kemarin ada salah satu Olimpian dari Belanda, mau ke Indonesia tapi pikir-pikir dulu karena harus satu paspor,” ungkap Ita.
Menurut Ita, atlet tersebut merupakan peraih medali di ajang Kejuaraan Dunia dan menyatakan keinginannya untuk membantu Indonesia. Namun, keputusan akhir masih ditunda karena adanya syarat kepemilikan satu paspor.
“Dia bilang (calon atlet naturalisasi) ‘Saya mau bantu Indonesia’. Dia Olimpian dan peraih medali di World Championship. Kami sedang jajaki dan keep in touch pada semuanya,” tutupnya.
Rifda Irfanaluthfi meninggalkan dunia senam dengan warisan prestasi dan dedikasi tinggi, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda di bidang olahraga. Federasi berharap tongkat estafet yang ditinggalkan Rifda dapat diteruskan dengan semangat baru dari para atlet muda yang sedang dibina.



