Trump Naikkan Tarif Impor, Perang Dagang Dunia Kian Memanas

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang dunia dengan kebijakan tarif impor baru yang lebih tinggi dari ekspektasi. Melalui kebijakan bertajuk Reciprocal Tariffatau Tarif Timbal Balik, Amerika Serikat berencana mengenakan tarif dasar 10 persen terhadap seluruh barang impor yang masuk ke negara tersebut.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Trump dalam konferensi pers di Rose Garden, Gedung Putih, pada Rabu (2/3), yang langsung memicu reaksi keras dari berbagai negara mitra dagang.

- Advertisement -

Pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa kebijakan ini bertujuan untuk melindungi kepentingan ekonomi domestik dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. “Kami tidak akan membiarkan negara lain terus mengambil keuntungan dari Amerika Serikat. Sudah waktunya kita mendapatkan keadilan dalam perdagangan internasional,” ujar Trump dengan nada tegas.

Tarif impor sebesar 10 persen ini dijadwalkan mulai berlaku secara global pada 5 April 2025. Namun, tidak semua negara akan terkena kebijakan tersebut. Beberapa negara, termasuk Inggris Raya, Singapura, Brasil, Australia, Selandia Baru, Turki, Kolombia, Argentina, El Salvador, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, mendapatkan pengecualian dan masih mengikuti tarif dasar yang berlaku sebelumnya.

Tarif Khusus untuk “Pelanggar Terburuk”

- Advertisement -

Selain kebijakan tarif dasar, Trump juga mengumumkan penerapan tarif resiprokal atau timbal balik yang lebih tinggi untuk negara-negara yang dinilai sebagai “pelanggar terburuk.” Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada 9 April 2025 dan ditujukan kepada negara-negara yang mengenakan tarif lebih tinggi terhadap produk-produk asal Amerika Serikat.

“Jika mereka mengenakan tarif tinggi terhadap barang-barang kami, maka kami akan melakukan hal yang sama kepada mereka. Tidak ada lagi perdagangan yang tidak adil!” tegas Trump.

Negara-negara yang akan dikenai tarif resiprokal ini termasuk Uni Eropa (20 persen), China (54 persen), Vietnam (46 persen), Thailand (36 persen), Jepang (24 persen), Kamboja (49 persen), Afrika Selatan (30 persen), Taiwan (32 persen), Indonesia (32 persen), dan Malaysia (24 persen).

Kebijakan ini mendapat kritik keras dari berbagai pihak yang menilai bahwa langkah tersebut dapat semakin memperburuk ketegangan perdagangan global. China, sebagai salah satu negara yang terkena tarif tertinggi, langsung mengecam keputusan ini dan mengancam akan mengambil langkah balasan.

“Kami tidak akan tinggal diam menghadapi kebijakan yang diskriminatif dan merusak perdagangan internasional,” ujar perwakilan Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan resmi.

Di sisi lain, Kanada dan Meksiko, dua mitra dagang utama Amerika Serikat di kawasan Amerika Utara, tidak akan terkena tarif tambahan. Kedua negara tersebut tetap mengikuti skema perjanjian perdagangan yang telah disepakati dalam perintah eksekutif sebelumnya.

Trump sebelumnya telah menetapkan tarif sebesar 25 persen terhadap beberapa produk impor sebelum akhirnya mengumumkan berbagai pengecualian dan penundaan untuk beberapa negara. Namun, dengan kebijakan terbaru ini, Amerika Serikat semakin memperjelas sikapnya dalam menghadapi perdagangan global.

Dengan diberlakukannya kebijakan ini, para analis memperingatkan bahwa dunia akan menghadapi gelombang baru dalam perang dagang yang dapat mengguncang stabilitas ekonomi global. Para pengusaha dan eksportir di berbagai negara kini harus bersiap menghadapi dampak dari langkah proteksionis Amerika Serikat yang semakin agresif.

Apakah kebijakan ini akan benar-benar menguntungkan ekonomi Amerika atau justru memperburuk situasi? Dunia kini menanti reaksi dan langkah balasan dari negara-negara mitra dagang yang terkena dampaknya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pratikno Tunggu Keppres, Siap Jalankan Tugas Negara

JCCNetwork.id- Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026), menjelang agenda pelantikan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Diduga Konser Israel Houghton Di Ri Untuk Kampanye Politik Dukung Israel #shorts #trending
02:07
Video thumbnail
Saldi Isra Lempar Kelakar di Sidang Ijazah Gibran: Semua Wajah Cerah, Pak Refly Malah Mengkerut
08:25
Video thumbnail
Momen Menhan Sjafrie Hingga Panglima Dianugerahi Bintang Mahaputera
01:28
Video thumbnail
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Yusril Blak blakan Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia
08:50
Video thumbnail
Prabowo Beri Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera untuk Menhan Sjafrie hingga Panglima
09:49
Video thumbnail
Prabowo Bikin Gebrakan, TNI Makin Kuat 6 Kodam Baru dan Ratusan Satuan Strategis Ikut Diresmikan
09:20
Video thumbnail
Bikin Geleng Kepala Wamenhaj Ungkap Ada Modus Palsukan Data Suami-Istri demi Dapat Antrean Haji
08:16
Video thumbnail
Masuk Wantimpres Prabowo, Budi Tanuwibowo Tak Kuasa Menahan Haru
08:44
Video thumbnail
Sisa Kuota Pelanggan Belum Sepenuhnya Terlindungi, Komdigi Tegur Telkomsel, Indosat, dan XL
08:06
Video thumbnail
Bikin Tertawa Guyon Mendikdasmen Soal Guru Bahasa
08:37
Video thumbnail
KBRI Ungkap Australia Tak Pernah Nyatakan Pathway Setara SMA #shorts #trending
01:41
Video thumbnail
Hakim MK Soroti Sekolah Gibran di Singapura
11:11
Video thumbnail
Soal Pendidikan Gibran, KBRI Ungkap Soal Pathway
09:48
Video thumbnail
Sudaryono Buka bukaan soal SPPG Ada Setoran di Balik Setiap Ompreng
04:50
Video thumbnail
Pendidikan Gibran Disorot Hakim MK, Pengetahuan Setara Tamat Sekolah Dinilai Abstrak #shorts
01:55
Video thumbnail
Hakim MK Soroti Penyetaraan Pendidikan Gibran: Pengetahuan Setara, Ini Agak Abstrak
09:35
Video thumbnail
Gabung Pemerintah, Sikap Kritis Tetap Jalan #shorts #trending
01:36
Video thumbnail
Polemik Syarat Cawapres di MK, Saldi Isra Soroti Penyetaraan Pendidikan Gibran Tanpa Ijazah #shorts
01:30
Video thumbnail
Saldi Isra Pertanyakan Ketiadaan Ijazah dalam Penyetaraan Pendidikan Gibran
08:36

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER