Kevin Diks Cedera Jelang Lawan Australia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Timnas Indonesia mendapat kabar yang menggetarkan lini pertahanan! Jelang laga krusial kontra Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, salah satu benteng kokoh Skuad Garuda, Kevin Diks, mengalami cedera yang mengkhawatirkan.

Bek tangguh FC Copenhagen itu harus menepi lebih awal dalam duel sengit melawan Chelsea di leg pertama babak 16 besar UEFA Conference League 2024-2025. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Parken, Diks tak bisa menyelesaikan laga hingga peluit panjang berbunyi.

- Advertisement -

Saat laga memasuki menit ke-79, momen mengerikan terjadi. Dalam upaya menghentikan laju Trevoh Chalobah, Diks justru terjatuh dengan posisi yang tidak menguntungkan. Pergelangan kaki kanannya mengalami tekukan yang tidak wajar, memaksanya terkapar di lapangan dengan raut kesakitan yang tak bisa disembunyikan.

Wasit langsung mengeluarkan kartu kuning untuk Diks akibat pelanggaran tersebut, namun yang lebih mengkhawatirkan adalah kondisinya yang tampak tidak baik-baik saja. Tim medis pun bergerak cepat memberikan perawatan di tengah lapangan, sebelum akhirnya memutuskan bahwa ia tak bisa melanjutkan pertandingan.

Kehilangan Diks di lini belakang bisa cukup mengkhawatirkan bagi Timnas Indonesia yang tengah bersiap menghadapi duel berat kontra Australia. Dengan posisinya sebagai bek andalan, cederanya berpotensi mengubah strategi pelatih.

- Advertisement -

Apakah Diks bisa pulih tepat waktu dan kembali memperkuat Indonesia di laga penting nanti? Atau Skuad Garuda harus mencari solusi darurat untuk mengisi kekosongan besar di lini belakang? Jawabannya masih menjadi teka-teki yang membuat suporter harap-harap cemas!

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kumamoto Diguncang Gempa M7,1, Warga Dievakuasi

JCCNetwork.id- Gempa bumi kuat mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Gempa yang oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA) dicatat berkekuatan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER