JCCNetwork.id- Kegagalan Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia 2025 berujung sorotan tajam terhadap sang pelatih, Indra Sjafri. Harapan besar membawa Garuda Nusantara melangkah lebih jauh kandas setelah dua kekalahan beruntun di fase grup.
Timnas U-20 tampil mengecewakan sejak laga pembuka. Mereka dihajar Iran dengan skor telak 0-3, sebelum kembali tumbang 1-3 dari Uzbekistan. Hasil ini memastikan Indonesia tersingkir lebih awal, sekaligus menutup asa melangkah ke babak perempat final turnamen yang tengah berlangsung di China.
Di tengah kekecewaan publik, perhatian warganet justru tertuju pada bio Instagram Indra Sjafri. Terutama soal empat trofi yang pernah diraihnya: Piala AFF U-19 (2013), Piala AFF U-22 (2018), medali emas SEA Games (2023), dan Piala AFF U-19 (2024).
Namun, sederet prestasi tersebut hanya berada di level ASEAN. Begitu bertarung di pentas Asia, catatan Indra Sjafri tak semanis yang diharapkan. Dalam tiga edisi keikutsertaannya di Piala Asia, hasilnya jauh dari gemilang. Pada Piala Asia U-19 2014, tim asuhannya gagal lolos dari fase grup. Sedikit lebih baik pada edisi 2018, di mana Indonesia sempat menembus perempat final. Namun, di Piala Asia U-20 2025 kali ini, nasib buruk kembali terulang.
Garuda Muda harus angkat koper lebih awal setelah kekalahan dari Uzbekistan yang digelar di Stadion Shenzhen Youth Football Training Base Centre, China, Minggu (16/2/2025) malam. Kini, pertanyaan besar muncul, apakah kegagalan ini akan mengancam posisi Indra Sjafri sebagai juru taktik Timnas Indonesia U-20?



