KAI Perketat Keamanan, Hentikan Fenomena Penumpang Turun di Persilangan Rel

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Senin, 13 Januari 2025, kejadian mengejutkan di persilangan rel kereta api yang melibatkan KA Serayu rute Pasarsenen-Purwokerto dan KA Argo Parahyangan rute Bandung-Gambir kembali menjadi sorotan publik.

Sebuah video yang viral di media sosial X (dulu Twitter) menunjukkan beberapa penumpang yang turun dari kereta untuk membeli jajanan di pasar kuliner dadakan yang muncul di sekitar lokasi.

- Advertisement -

Video tersebut kemudian dihapus oleh pengunggahnya, namun informasi mengenai kejadian tersebut tetap menarik perhatian warganet.

Kejadian ini berlangsung di dekat Stasiun Sasaksaat, Sumurbandung, Cipatat, Bandung Barat.

Para pengguna media sosial merespons peristiwa ini dengan beragam opini, dengan sebagian besar menyoroti risiko keselamatan yang ditimbulkan oleh tindakan penumpang yang turun di area yang seharusnya tidak untuk kegiatan tersebut.

- Advertisement -

Di sisi lain, sebagian warganet memberikan pandangan positif, menganggap bahwa fenomena ini dapat meningkatkan ekonomi pedagang kaki lima setempat.

Merespons hal ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui akun resmi media sosial @KAI121 mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut merupakan insiden lama dan tidak berulang.

KAI juga mengungkapkan bahwa perubahan operasional perjalanan kereta api di Stasiun Sasaksaat sudah dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Ayep Hanapi, Manajer Humas Daop 2 Bandung, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi sebelum perubahan operasi perjalanan KA yang diberlakukan sejak 25 Desember 2024.

“Mulai Tanggal 25 Desember 2024 KAI Daop 2 Bandung melakukan perubahan operasi Perjalanan Kereta Api di Stasiun Sasaksaat untuk meningkatkan keamanan, keselamatan dan kenyamanan para penumpang baik Ka Serayu relasi Pasar Senen -Purwokerto maupun KA Argo Parahyangan relasi Bandung-Gambir,” jelasnya, saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Sebelumnya, KA Serayu memang rutin berhenti cukup lama di persilangan tersebut, sekitar 9 menit, karena harus menunggu KA Argo Parahyangan.

“Pokoknya saat ini sudah tidak terjadi (penumpang kereta api turun dan jajan) di Stasiun Sasaksaat,” tegas Ayep.

Namun, dengan perubahan jadwal baru, KA Serayu kini dapat mengurangi waktu berhenti, sehingga meminimalkan potensi gangguan dan bahaya bagi penumpang yang turun.

Mengenai keberadaan pedagang kaki lima yang sempat memanfaatkan waktu berhentinya kereta untuk berjualan, Ayep menegaskan bahwa hal tersebut bukan urusan PT KAI, karena para pedagang tersebut beroperasi di luar area stasiun.

“Kalau urusan pedagang itu bukan menjadi urusan kita (PT KAI),” kata dia.

“Ada gula ada semut” yang sering diartikan sebagai hubungan sebab akibat.

“Kalau sebelumnya, mereka (pedagang) melihat pasar. Dengan KA Serayu yang berhenti 9-10 menit, para pedagang tahu bahwa penumpang akan turun (untuk jajan),” ujar Ayep.

Sementara itu, Stasiun Sasaksaat kini hanya melayani penumpang untuk KA Lokal Commuter Line relasi Purwakarta-Garut.

Dengan perubahan ini, PT KAI berharap untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional kereta api tanpa gangguan dari aktivitas yang tidak seharusnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Inter Milan Menggila! Monza Dihajar 4-1

JCCNetwork.id — Inter Milan mengawali pertandingan dengan performa impresif setelah menghancurkan Monza dengan skor telak 4-1. Nerazzurri tampil agresif sejak menit awal dan sukses mengendalikan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER