JCCNetwork.id-Duta Besar Aljazair untuk PBB, Amar Bendjama, menyampaikan keprihatinannya terkait situasi yang semakin memburuk di Jalur Gaza, pada Kamis (2/1).
“keprihatinan mendalam”
Dalam pernyataannya, Bendjama mengungkapkan bahwa Aljazair akan mengadakan sidang Dewan Keamanan PBB pada Jumat untuk membahas serangan Israel terhadap fasilitas kesehatan di Gaza.
“Kami akan terus menyoroti penderitaan Palestina, krisis kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di Gaza. Hal ini menjadi salah satu prioritas mutlak bagi Aljazair,” ujar Bendjama dalam konferensi pers setelah Aljazair mengambil alih kepemimpinan Dewan Keamanan dari Amerika Serikat untuk bulan Januari.
Ia menegaskan bahwa “sebagai anggota Arab di Dewan Keamanan, isu-isu terkait kawasan Arab, khususnya situasi di Lebanon, Suriah, Sudan, dan Yaman, tetap menjadi perhatian utama kami.”
Bendjama menekankan komitmen Aljazair dalam menjaga perhatian terhadap masalah kawasan Arab, termasuk situasi di Lebanon, Suriah, Sudan, dan Yaman.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya peran Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang dianggapnya tidak tergantikan dalam mendukung rakyat Palestina.
“Kami berharap dapat mencapai konsensus yang memungkinkan UNRWA untuk melanjutkan pekerjaannya atas nama Majelis Umum dan PBB, demi kepentingan rakyat Palestina,” katanya.
“Bagi Aljazair, UNRWA adalah lembaga yang tidak bisa diabaikan dan harus terus menjalankan mandatnya yang diberikan oleh Majelis Umum,” tambahnya.
Selain itu, Bendjama mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri Aljazair, Ahmed Attaf, akan memimpin pertemuan tingkat tinggi mengenai konflik Palestina di Dewan Keamanan pada 20 Januari mendatang.
Mengenai perkembangan di Suriah, Bendjama menyatakan bahwa Resolusi Dewan Keamanan 2254 yang mendorong gencatan senjata dan penyelesaian politik sudah namun prinsip-prinsipnya tetap relevan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyat Suriah.
“sudah usang, tetapi jika dibaca ulang, akan ditemukan prinsip-prinsip yang dapat menjadi dasar untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi semua rakyat Suriah.”
“Posisi kami adalah membantu rakyat Suriah melewati masa transisi ini tanpa menetapkan syarat dalam proses yang seharusnya dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Suriah sendiri,” ujarnya.
Terkait kemungkinan penghapusan kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dari daftar teroris PBB, Bendjama menyatakan bahwa keputusan tersebut akan ditentukan oleh Dewan Keamanan.
“Hal ini akan menjadi keputusan Dewan Keamanan.”
“Kami akan mengadakan pertemuan tentang Suriah pada tanggal 8 bulan ini,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa pembahasan akan mencakup “cara terbaik membantu rakyat Suriah membangun kembali negaranya dan tata kelola pemerintahan. Masalah penghapusan daftar teroris harus dilihat dalam konteks tujuan ini.”
Pada akhir bulan, kepemimpinan Dewan Keamanan PBB akan beralih ke China.



