Sakit Hati, Anak Bacok Orang Tua

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Dalam insiden mengerikan yang mengguncang masyarakat Sei Kanan, Labuhanbatu Selatan, seorang pemuda bernama Andri Syaputra Dalimunthe (22) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Sei Kanan setelah menyerang kedua orang tuanya dengan parang hingga menyebabkan luka parah. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 17 Oktober 2024, ini membawa duka dan tanda tanya besar mengenai motif di balik tindakan kejam yang dilakukan seorang anak kepada orang tuanya sendiri.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Kapolsek Sei Kanan, AKP Pardomuan Hutasuhut, motif yang melatarbelakangi tindakan Andri adalah perasaan dendam dan sakit hati yang telah lama terpendam. Andri merasa kerap dibanding-bandingkan dengan anak-anak tetangga, yang membuatnya merasa terluka dan merasa kurang dihargai oleh keluarganya sendiri. Hal ini menjadi pemicu utama yang akhirnya meledak dalam bentuk kekerasan yang tak terkendali.

- Advertisement -

“Karena sakit hati sama omongannya, sering dibanding-bandingkan. Saya khilaf, “kata Andri saat diperiksa di Polsek Sei Kanan, Kamis (24/10/2024).

Kronologi peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dan tanpa terduga. Pada pagi hari tanggal 17 Oktober, Andri diduga mendekati ibunya yang sedang berada di rumah dan langsung menyerang dengan menggunakan parang. Sang ibu yang tidak siap dengan serangan mendadak tersebut mengalami luka serius di bagian kepala. Ayah Andri yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya untuk melindungi istrinya. Namun, upaya itu malah membuat dirinya turut menjadi sasaran amukan anaknya. Kedua orang tua Andri akhirnya terkapar dengan luka di kepala, sementara Andri melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku merasa dendam kepada kedua orangtuanya. Dugaan kita ada perlakuan yang tidak cocok dirasa oleh pelaku, sering dibanding-bandingkan,” kata Pardomuan.

- Advertisement -

Kehebohan di rumah tersebut menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan dan memberikan pertolongan pertama kepada pasangan yang terluka tersebut. Mereka langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, nyawa keduanya masih dapat diselamatkan meski luka yang diderita cukup serius dan membutuhkan waktu untuk pemulihan.

Saat diperiksa oleh kepolisian, Andri mengakui perbuatannya dengan alasan yang menyayat hati.

Aparat kepolisian memastikan akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius agar ada keadilan bagi korban dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat luas akan pentingnya memahami dan merawat hubungan emosional dalam keluarga. Sering kali, perkataan yang dianggap sepele dapat berdampak besar pada seseorang, terutama dalam hubungan antara orang tua dan anak.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Sultra

JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah perairan di Provinsi Sulawesi Tenggara...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER