Warga Pluit Karang Karya Desak Pemkot Tunda Bongkar: Jangan Mau Disuruh Pabrik Regal

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Puluhan warga RT 22 RW 08 Jalan Pluit Karang Karya, Kelurahan Penjaringan, mendesak Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Utara agar menunda pembongkaran bangunan mereka. Permintaan ini muncul sebagai reaksi terhadap rencana Pemkot Jakarta Utara, melalui Satpol PP Jakarta Utara, yang akan membongkar bangunan liar (bangli) di area sekitar pabrik biskuit Regal pada Selasa (27/8/2024) mendatang.

Warga, seperti Ali Mas’ud, mengkritik keras rencana pembongkaran yang dianggap tidak melalui sosialisasi yang memadai.

- Advertisement -

“Pemkot Jakarta Utara hanya memberikan surat peringatan tanpa melakukan sosialisasi atau mencapai kesepakatan dengan kami,” ujar Ali.

Ia juga mencurigai bahwa pembongkaran ini merupakan bentuk tekanan dari pabrik biskuit Regal. “Pihak pabrik Regal tampak menghindar dari tanggung jawab dan seolah pembongkaran ini merupakan program pemerintah untuk revitalisasi, bukan solusi yang adil untuk warga,” tambahnya.

Ali menyarankan agar Pemkot Jakarta Utara mengadakan dialog dengan warga yang telah tinggal di lokasi selama 40 tahun untuk mencari solusi bersama, seperti memanfaatkan area tersebut untuk UMKM pasca-pembongkaran.

- Advertisement -

Ketua RT 22, Joko Purnomo, juga melaporkan kesulitan dalam menghubungi pihak CV Jaya Abadi, pemilik pabrik biskuit Regal, untuk klarifikasi mengenai pembongkaran tersebut.

“Pihak pabrik tidak mau menemui kami untuk klarifikasi,” ungkap Joko.

Sementara Ketua Paguyuban Pengelola Pergudangan Jembatan 3 Barat, Purwanto, juga mengkritik pihak Regal yang enggan berkomunikasi. Ia meminta agar pabrik biskuit Regal segera berdialog dengan para pemimpin komunitas dan warga untuk mencari solusi yang adil terkait rencana pembongkaran ini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER