Ingus bukan hanya sekadar lendir biasa. Cairan ini mengandung berbagai komponen, termasuk air, garam, protein, dan sel-sel kekebalan tubuh, seperti sel darah putih.
Saat tubuh kita terpapar infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan, produksi ingus meningkat sebagai respon pertahanan tubuh.
Di sinilah peran penting sel darah putih, terutama neutrofil, masuk ke dalam gambar.
Sel darah putih adalah komponen vital dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika kita terinfeksi virus atau bakteri, seperti flu atau pilek, tubuh akan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan infeksi tersebut.
Beberapa jenis sel darah putih, seperti neutrofil, bergerak ke area infeksi dan mulai menyerang patogen yang masuk.
Sel darah putih ini tidak hanya beredar dalam darah, tetapi juga dapat ditemukan dalam lendir hidung. Ketika infeksi terjadi, neutrofil dan sel darah putih lainnya bergerak ke jaringan hidung dan sinus untuk melawan patogen.
Selama proses ini, mereka dapat terperangkap dalam lendir dan akhirnya menjadi bagian dari ingus yang keluar dari hidung.
Meskipun benar bahwa ingus dapat mengandung sel darah putih, penting untuk dipahami bahwa ingus bukan sepenuhnya terdiri dari sel darah putih.
Ingus terutama terdiri dari air dan lendir yang diproduksi oleh kelenjar mukus, dengan sel darah putih hanya menjadi salah satu komponen yang terkandung di dalamnya.



