Produksi Beras Merosot, Harga Melonjak di Atas HET

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Kondisi yang paling mencolok terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana harga gerabah telah melonjak hingga mencapai Rp 7.500 per unit.

Jika harga gerabah tersebut dikonversi ke harga beras, maka nilainya bisa mencapai dua kali lipat, yang berarti harga beras di daerah tersebut sudah berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras premium.

- Advertisement -

Ini menandakan bahwa situasi di lapangan semakin sulit, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada beras sebagai kebutuhan pokok sehari-hari.

Khudori juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras ini disebabkan oleh produksi beras yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Data menunjukkan bahwa produksi beras dari Januari hingga September tahun ini diperkirakan hanya mencapai 24,37 juta ton.

- Advertisement -

Lebih rendah sekitar 1,8 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan produksi ini jelas berdampak pada surplus beras yang juga mengalami penurunan signifikan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Paredes Pilih Bertahan di Boca

JCCNetwork.id — Leandro Paredes memutuskan menolak ketertarikan AC Milan dan memilih tetap memperkuat Boca Juniors. Gelandang asal Argentina tersebut menegaskan keinginannya untuk melanjutkan karier di...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Pemerintah Siaga Tangani Gempa NTT

15 Perkara Masuk Meja Putusan MK

Rupiah Tertekan ke Rp17.869

Prabowo Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo

Paredes Pilih Bertahan di Boca

Pemerintah Kaji Pembatasan Pertalite