Konflik Makin Panas, Lukman Edy Dipanggil PBNU

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Konflik antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin memanas dengan dibentuknya panitia khusus (pansus) haji oleh DPR. Perseteruan ini bermula ketika Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menduga Pansus Haji yang dibentuk oleh elite PKB di DPR sebagai alat untuk menyerang PBNU dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Perseteruan ini terungkap dari bocoran surat pemanggilan mantan Sekjen PKB, Lukman Edy, oleh PBNU pada Selasa (30/7/2024). Dalam surat berkop PBNU yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum KH Amin Said Husni dan Wakil Sekjen Faisal Saimima, Lukman diminta hadir untuk memberikan keterangan terkait hubungan antara Nahdlatul Ulama dan PKB.

- Advertisement -

Surat tersebut meminta Lukman untuk hadir di kantor PBNU pada hari Rabu (31/07/2024) pukul 12.30 WIB. Pemanggilan ini bertujuan untuk mendalami masalah yang terjadi antara NU dan PKB.

Menurut sumber internal PBNU, pansus ini juga berencana memanggil beberapa tokoh lain di PKB serta mantan anggota PKB yang masih memiliki hubungan dengan partai tersebut.

Informasi di internal PBNU, Pansus ini juga akan memanggil beberapa tokoh-tokoh lain di PKB serta tokoh-tokoh yang kini sudah tidak di PKB namun memiliki hubungan partai tersebut.

- Advertisement -

Ketua PBNU, Umarsyah, mengonfirmasi hal ini. “Memang mulai besok (hari ini) tim yang dipimpin KH Anwar Iskandar bekerja. Detailnya seperti apa, kita lihat saja nanti di kantor PBNU,” kata Umarsyah, melansir Beritasatu.com.

Sebelumnya, Sekjen PBNU Gus Saifullah Yusuf, yang juga dikenal sebagai Gus Ipul, menyatakan bahwa pihaknya sedang mendiskusikan pembentukan pansus untuk mengembalikan PKB ke NU.

Gus Ipul berpendapat bahwa pemilik sah partai politik yang saat ini dipimpin oleh Muhaimin Iskandar adalah NU.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BI Naikkan Insentif Likuiditas Jadi 6 Persen

JCCNetwork.id- Bank Indonesia (BI) kembali memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor yang dinilai memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional....

Fuad Maktour Kembali Disorot

KAI Layani 351 Juta Penumpang

Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Harry Kane Kandidat Ballon d’Or 2026

Lazio Sempurna di Serie A

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

Arsenal Bungkam Napoli 1-0

Rupiah Melemah ke Rp17.622

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG Tak Ber-SLHS

Harry Kane Kandidat Ballon d’Or 2026