JCCNetwork.id- Korea Utara (Korut) mengeluarkan kritik tajam terhadap deklarasi KTT NATO yang mengutuk ekspor senjatanya ke Rusia, menyebutnya ilegal dan memperingatkan akan adanya “tindakan balasan strategis” yang kuat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut menegaskan pernyataan ini pasca berakhirnya KTT NATO di Washington, di mana 32 pemimpin negara aliansi dan empat mitra Indo-Pasifik membahas keprihatinan terhadap kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskow.
Dalam pernyataannya, juru bicara Korut yang dikutip oleh Yonhap News melalui Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), menyatakan bahwa deklarasi NATO memprovokasi Perang Dingin dan meningkatkan konfrontasi militer. Dia menambahkan bahwa situasi ini menuntut strategi baru untuk menangkal upaya Amerika Serikat dalam memperluas aliansi militernya.
Korea Utara, dalam sumpahnya untuk mencegah agresi dan mempertahankan perdamaian, mengancam akan mengambil “tindakan balasan strategis” yang lebih kuat sebagai respons terhadap deklarasi NATO. Deklarasi NATO yang dikeluarkan pada Rabu lalu menyoroti pelanggaran beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB oleh Korut terkait ekspor peluru artileri dan rudal balistik ke Rusia. NATO juga mengekspresikan “keprihatinan besar” atas penguatan kemitraan militer antara Korut dan Rusia.



