JCCNetwork.id- Sistem KIP-Kuliah mengalami gangguan akibat dari peretasan pada Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS2). Mahasiswa lantas diminta untuk mengirimkan kembali data yang diperlukan untuk pendaftaran KIP-Kuliah.
“tu kan teknis saja. Saya mohon mahasiswa bersabar, karena ini memang ada musibah yang tidak kita duga. Jadi diminta untuk memasukkan, menginput kembali data-data yang diperlukan, terutama penerima KIP-Kuliah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Senin (1/7/2024).
Menurutnya, proses pengiriman ulang data diperlukan untuk mengatasi kehilangan data mahasiswa. Muhadjir menyatakan bahwa sudah ada koordinasi dengan Dirjen Diktiristek Abdul Haris dan Sekjen Kemendikbudristek Suharti terkait peristiwa ini.
Kemendikbudristek, kata Muhadjir, telah mengambil langkah-langkah perbaikan terhadap sistem KIP-Kuliah.
“Ya kalau memang datanya sudah enggak ada, ya diulang dong. Sudah tadi saya sudah koordinasi dengan Pak Dirjen Dikti, juga Pak Bu Sekretaris Kemendikbudristek. Sudah, sekarang sudah bergerak. Insya Allah enggak ada masalah,” tutur Muhadjir.
Mengenai kebijakan pembayaran kuliah di perguruan tinggi, Muhadjir mengatakan bahwa pihaknya masih menilai dampak dari peretasan PDNS ini.
“Kita lihat nanti, kita lihat apakah efeknya sampai ke situ atau tidak, kalau tidak ngapain harus diundur, kita lihat aja,” pungkas Muhadjir.
Sebelumnya, Kemendikbudristek memastikan bahwa data cadangan penerima dan pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) tetap aman di pusat data mereka.
Kemendikbudristek saat ini sedang dalam proses memulihkan sistem KIP-Kuliah menggunakan data cadangan tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang kehilangan haknya terkait pencairan dan pendaftaran KIP-Kuliah.







