Isu Penambahan Kementerian di Era Prabowo-Gibran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Seiring dengan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, perdebatan seputar jumlah kementerian yang akan mencapai 40 mengemuka.

Dalam kajian terbaru, Peneliti Senior Pusat Riset Politik BRIN, Lili Romli, menyoroti kemungkinan penggabungan kementerian sejalan dengan UU Kementerian demi meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan sinkronisasi program.

- Advertisement -

“Jika tujuannya untuk hal tersebut boleh-boleh dilakukan, asal bukan untuk tujuan lain yang bersifat kontra produktif,” ujar Lili, dikutip Selasa (7/5/2024).

Menurut Lili, sementara penggabungan kementerian dapat meningkatkan efisiensi, hal tersebut memerlukan waktu untuk konsolidasi, yang bisa berlangsung hingga satu tahun. Dampaknya, program dan kegiatan pemerintah mungkin tidak berjalan optimal dalam periode transisi.

Namun, Lili juga menyoroti bahwa rencana perubahan kementerian bisa menandai perbedaan signifikan dalam arah kebijakan pemerintahan baru, terutama dalam konteks kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya.

- Advertisement -

“Dengan demikian bisa muncul persepsi lain bahwa makna “kelanjutan” bisa berbeda sesuai dengab yang diinginkan oleh presiden terpilih,” ujar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, memandang penambahan jumlah kementerian sebagai langkah positif dalam konteks pembangunan negara yang besar. Baginya, tantangan besar yang dihadapi oleh Indonesia membutuhkan struktur pemerintahan yang kuat dan berdaya.

“Jadi kita enggak bicara kalau gemuk dalam konteks fisik seorang per orang itu kan tidak sehat, tapi dalam konteks negara jumlah yang banyak itu artinya besar, buat saya bagus, negara kita kan negara besar. Tantangan kita besar, target-target kita besar,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 6 Mei 2024.

Walau demikian, Habiburokhman menegaskan bahwa penambahan kementerian seharusnya tidak semata-mata untuk memenuhi kepentingan partai politik pendukung, yang dapat mengaburkan fokus pada efektivitas pemerintahan. Menurutnya, fokus utama harus tetap pada kemampuan kementerian untuk menghadapi tantangan dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Dengan berbagai pandangan yang berbeda, isu kementerian yang membesar menjadi 40 memperlihatkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan baru. Saat Indonesia melangkah menuju masa depan, konsolidasi kebijakan dan koordinasi antarlembaga pemerintah akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BMKG Ungkap Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini

JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan. Informasi tersebut disampaikan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Yusril Blak blakan Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia
08:50
Video thumbnail
Prabowo Beri Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera untuk Menhan Sjafrie hingga Panglima
09:49
Video thumbnail
Prabowo Bikin Gebrakan, TNI Makin Kuat 6 Kodam Baru dan Ratusan Satuan Strategis Ikut Diresmikan
09:20
Video thumbnail
Bikin Geleng Kepala Wamenhaj Ungkap Ada Modus Palsukan Data Suami-Istri demi Dapat Antrean Haji
08:16
Video thumbnail
Masuk Wantimpres Prabowo, Budi Tanuwibowo Tak Kuasa Menahan Haru
08:44
Video thumbnail
Sisa Kuota Pelanggan Belum Sepenuhnya Terlindungi, Komdigi Tegur Telkomsel, Indosat, dan XL
08:06
Video thumbnail
Bikin Tertawa Guyon Mendikdasmen Soal Guru Bahasa
08:37
Video thumbnail
KBRI Ungkap Australia Tak Pernah Nyatakan Pathway Setara SMA #shorts #trending
01:41
Video thumbnail
Hakim MK Soroti Sekolah Gibran di Singapura
11:11
Video thumbnail
Soal Pendidikan Gibran, KBRI Ungkap Soal Pathway
09:48
Video thumbnail
Sudaryono Buka bukaan soal SPPG Ada Setoran di Balik Setiap Ompreng
04:50
Video thumbnail
Pendidikan Gibran Disorot Hakim MK, Pengetahuan Setara Tamat Sekolah Dinilai Abstrak #shorts
01:55
Video thumbnail
Hakim MK Soroti Penyetaraan Pendidikan Gibran: Pengetahuan Setara, Ini Agak Abstrak
09:35
Video thumbnail
Gabung Pemerintah, Sikap Kritis Tetap Jalan #shorts #trending
01:36
Video thumbnail
Polemik Syarat Cawapres di MK, Saldi Isra Soroti Penyetaraan Pendidikan Gibran Tanpa Ijazah #shorts
01:30
Video thumbnail
Saldi Isra Pertanyakan Ketiadaan Ijazah dalam Penyetaraan Pendidikan Gibran
08:36
Video thumbnail
Jelang Putusan Ijazah Gibran, Saldi Isra Ingatkan Jangan Ganggu Hakim #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Pesan Jenderal Listyo dan Suyudi di Momen Pengantar Tugas Kapolri
02:29
Video thumbnail
Saldi Isra Beri Peringatan Keras Jelang Putusan Ijazah Gibran, Jangan Ganggu Hakim
08:42
Video thumbnail
Guyonan Lucky Alfirman, Saat Disambuat Menjadi Wamenkeu
08:24

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER