JCCNetwork.id – Menjelang panen raya petani padi, Provinsi Jawa Barat siap menghadapi produksi beras yang mengesankan. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTH) Provinsi Jawa Barat memperkirakan bahwa pada April 2024, produksi beras di wilayah ini akan mencapai puncaknya, mencapai 737 ribu ton. Prediksi ini didasarkan pada data bahwa 224 ribu hektare sawah siap memasuki masa panen.
“Dengan perhitungan sawah seluas 224 ribu hektare dilakukan produktivitas sekitar 5,7 ton maka akan dihasilkan 1.276.800 ton gabah kering atau setara 737 ribu ton beras,” kata Kepala DPTH Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat, dalam siaran pers Kementerian Pertanian, Jumat (8/3/2024).
Dadan juga menyoroti perbandingan dengan masa panen sebelumnya, khususnya saat fenomena El Nino tahun lalu. Dia menyebut bahwa jumlah produksi saat ini sedikit lebih baik dibandingkan masa yang dipengaruhi oleh El Nino.
Meskipun El Nino telah berakhir, Dadan menekankan bahwa kondisi alam masih belum pulih sepenuhnya dan dampak perubahan iklim masih terasa. Dengan musim kemarau yang akan segera tiba, strategi pertanian harus disiapkan dengan matang.
“Kalau (lahan) dekat sungai, kita lakukan pompanisasi atau pipanisasi. Kalau tidak ada, kita bantu buat sumur dalam. Sehingga musim kemarau tidak hanya mengandalkan sawah yang ada irigasi teknis,” ujar Dadan.



