JCCNetwork.id- Debat perdana calon presiden Pemilihan Umum 2024 digelar dengan tajuk menarik di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa malam (12/12). Pasangan calon presiden (capres) memaparkan visi misi serta program kerja mereka dalam tema debat yang mencakup hukum, hak asasi manusia (HAM), pemerintahan, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, hingga kerukunan warga.
Capres Anies Baswedan menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum yang dianggapnya bengkok, dengan menyatakan bahwa hukum harus tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Anies juga tak segan mengkritisi pemerintahan saat ini dan seringkali melontarkan kritik kepada capres Prabowo Subianto. Ia menyampaikan pesan penting bahwa negara tidak boleh menjadi musuh bagi rakyatnya dan mendesak pemberantasan korupsi.
Sementara itu, capres Prabowo Subianto mengaku bersyukur atas kondisi terkendali ekonomi Indonesia, terutama terlihat dari harga kebutuhan pokok yang masih terjangkau. Prabowo menyatakan keyakinannya terhadap kinerja dan manajemen pemerintahan saat ini yang dinilainya cukup baik. Lebih lanjut, Prabowo menyoroti masalah konflik Papua, berkomitmen untuk memperkuat aparat, dan mengatasi campur tangan asing yang dianggap merumitkan penyelesaiannya.
Capres Ganjar Pranowo, dalam penampilannya, menekankan pentingnya melanjutkan kemajuan yang telah dicapai di Indonesia saat ini. Ganjar berkomitmen untuk mempercepat dan meratakan pembangunan, sambil menegaskan tekadnya dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi tanpa hanya sebatas retorika.
Debat ini menjadi arena pertarungan gagasan dan visi ketiga pasangan calon, menyajikan pandangan yang beragam terkait isu-isu krusial yang akan dihadapi Indonesia dalam periode kepemimpinan mendatang. Perbedaan pendapat dan pendekatan masing-masing pasangan calon semakin menghangatkan persaingan menuju Pemilu 2024.









